Ekspor Perhiasan Lampaui Rp 28,3 Triliun

David Priyasidharta

Kamis, 4 April 2019 - 21:48

JATIMNET.COM, Jakarta - Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan industri perhiasan merupakan salah satu sektor andalan dalam memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional melalui capaian nilai ekspornya.

Menurutnya, produk perhiasan dalam negeri mampu berdaya saing global dan memiliki nilai tambah tinggi.

“Di era globalisasi dan perkembangan teknologi serta persaingan yang semakin ketat, Kementerian Perindustrian tengah fokus memacu kinerja industri padat karya berorientasi eskpor, tidak terkecuali pada sektor industri perhiasan,” kata Gati pada pembukaan Jakarta International Jewellery Fair 2019 di Jakarta, Kamis 4 April 2019.

BACA JUGA: Kemenperin Promosikan IKM Perhiasan di Ajang Pameran Internasional

Kemenperin mencatat, nilai ekspor produk perhiasan Indonesia mencapai USD 2,05 miliar sepanjang tahun 2018 atau sekitar Rp 28,3 triliun.

Negara tujuan utama ekspornya, antara lain ke Singapura, Swiss, Hong Kong, Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab. Negara-negara tersebut mendominasi hingga 93,02 persen dari total ekspor produk perhiasan nasional.

Menurut Gati, saat ini Indonesia menempati peringkat ke-9 dunia sebagai eksportir perhiasan dengan pangsa pasarnya lebih dari 4 persen di kancah global.

BACA JUGA: Kemenperin Targetkan 10 Ribu IKM Indonesia Rambah Digital

“Hal ini menjadikan peluang bagi industri perhiasan kita untuk terus memperbesar produktivitas dan memperluas pasarnya sejalan dengan perekonomian yang stabil dan perbaikan iklim usaha yang kondusif di Tanah Air,” imbuhnya dalam siaran pers yang diterima Jatimnet.com.

Oleh karena itu, lanjut Gati, Kemenperin bertekad untuk menjaga ketersediaan bahan baku sehingga keberlangsungan usaha di sektor industri perhiasan bisa berjalan terus.

“Misalnya, kami berupaya untuk menjaga agar bahan baku perhiasan tidak dikenakan bea masuk. Ini yang akan kami kawal terus,” ujarnya. Beberapa bahan baku yang dibutuhkan, di antaranya emas serta batu permata seperti berlian, zamrud, dan ruby.

BACA JUGA: IKM Logam Berkontribusi dalam Rantai Pasok Industri Otomotif Nasional

Sejalan upaya tersebut, Kemenperin pun mengusulkan penurunan tarif bea masuk produk perhiasan nasional di negara tujuan ekspor, seperti Uni Emirat Arab.

“Hal ini merupakan salah satu langkah untuk terus meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri perhiasan kita dalam menghadapi persaingan global,” terangnya.

Untuk semakin memperluas akses pasar industri perhiasan dalam negeri, terutama agar menembus pasar ekspor, Kemenperin aktif memfasilitasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) perhiasan nasional ikut terlibat dalam pameran-pameran yang berskala internasional.

 

Baca Juga

loading...