Kemenperin Promosikan IKM Perhiasan di Ajang Pameran Internasional

David Priyasidharta

Kamis, 4 April 2019 - 17:59

JATIMNET.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian memfasilitasi Industri Kecil Menengah (IKM) Perhiasan untuk mengikuti Jakarta International Jewellery Fair 2019 yang diselenggarakan Asosiasi Perhiasan Emas dan Permata Indonesia (APEPI) pada tanggal 4-7 April 2019 di Jakarta Convention Center.

Jakarta International Jewellery Fair merupakan salah satu pameran perhiasan terbesar di Indonesia, yang bertujuan sebagai ajang promosi dan temu bisnis para pelaku usaha di sektor perhiasan. Kegiatan tahunan ini telah 13 kali diselenggarakan.

“Tahun ini, Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin kembali berpartisipasi dengan memfasilitasi sebanyak 30 IKM perhiasan ikut memeriahkan pameran tersebut," tutur Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih pada pembukaan Jakarta International Jewellery Fair 2019 di Jakarta, Kamis 4 April 2019.

BACA JUGA: Kemenperin Pacu Investasi Sektor Bahan Baku Industri TPT

IKM ini di antaranya berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Mataram, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Selatan, Martapura, Demak, Bandung, Bogor, Banten, Aceh, Solo, Papua Barat, Bengkulu, dan Jakarta.

Dirjen IKMA optimistis, dengan gencarnya kegiatan promosi secara offline, penjualan dan ekspor akan terdongkrak naik. “Apalagi, seperti produk perhiasan ini, perlu promosi lewat offline. Kami yakin, penjualan pada pameran Jakarta International Jewellery Fair 2019 bisa naik 25 persen dibanding tahun lalu,” ungkapnya.

Gati menambahkan, penyelenggaraan pameran berperan penting pula dalam upaya pengembangan investasi industri dan perdagangan perhiasan.

BACA JUGA: STTS Kenalkan Teknologi Manajemen Lingkungan Industri

“Selain itu, di pameran, konsumen bisa mendapatkan produk perhiasan berkualitas dengan harga bersaing serta memperluas wawasan mereka tentang perhiasan yang diproduksi dengan teknologi terbaru, desain terkini, dan ciri khas etnik budaya yang tinggi,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima Jatimnet.com.

Apalagi, beberapa produsen perhiasan di Indonesia telah menerapkan teknologi industri 4.0 guna meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien.

“Contohnya, pelaku industri perhiasan di Surabaya dan Bandung, mereka mendesain dan memproduksi dengan teknologi canggih sehingga menghasilkan produk yang berdaya saing,” ujarnya.

Baca Juga

loading...