Logo

Dualisme PPP, DPW Jatim dan Jateng Tolak Islah Kubu Humphrey

Reporter:,Editor:

Rabu, 27 November 2019 04:30 UTC

Dualisme PPP, DPW Jatim dan Jateng Tolak Islah Kubu Humphrey

Bendera PPP. ilustrasi oleh Gilas Audi

JATIMNET.COM, Surabaya - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur dan Jawa Tengah kubu Suharso Monoarfa kompak menolak upaya islah yang disebut sudah dilakukan kubu Humphrey Djemat. 

Dualisme di tubuh PPP dianggap telah usai, sejak kepengurusan di bawah Plt Ketua Umum Suharso Monoarfa resmi terdaftar di kemenkumham. 

“Sudah masuk semua kepengurusan PPP untuk menjadi satu. Dualisme sudah tamat,” ujar Sekretaris DPW PPP Jatim, Norman Zein Nahdi usai pertemuan dengan Ketua DPW PPP Jateng, Masruhan Samsuri di Surabaya, Selasa 26 November 2019. 

BACA JUGA: PPP Kota Blitar Buka Penjaringan Bacawali Jelang Pilkada Serentak

Menurut Norman, islah sudah tidak seharusnya dibahas. Pasca muktamar Pondok Gede, semua kepengurusan partai berlambang kakbah, bulat di bawah kepemimpinan Suharso Monoarfa. 

Sementara itu, Ketua DPW PPP Jateng Masruhan Samsuri mengatakan, kepengurusan tandingan saat ini tidak sama-sama kuat. Baik secara hukum maupun akar rumput. 

“Islah itu dilakukan ketika dua pihak dilakukan dalam posisi yang sama dan kekuatan yang sama. Sedangkan untuk posisi PPP saat ini yang sah hanya ada PPP dibawah kepemimpinan Plt Suharso Monoarfa dan sekjen Arsul Sani. Tak ada lagi PPP lainnya,” urainya. 

BACA JUGA: Maju Pilwali Surabaya, Mantan Caleg PPP Klaim Kantongi Restu Khofifah

Pihaknya menyayangkan adanya pernyataan islah dari kubu Humphrey Djemat. Kepengurusan yang sekarang dinilai sudah kuat hingga ke akar bawah. 

Pengalaman Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 akan terus dilanjutkan ke Pilkada 2020. 

Karena itu, DPW PPP se Indonesia sudah sepakat muktamar hanya bisa dilakukan di bawah kepemimpinan Plt Suharso Monoarfa dan sekjen Arsul Sani. 

BACA JUGA: Nasdem dan PPP Didaulat Jadi Pimpinan Sementara DPRD Probolinggo

“Ini nggak ada angin, nggak ada mendung, tiba-tiba hujan. Artinya, ini ngga ada masalah, tiba-tiba ada islah. Ini sangat disayangkan," ungkapnya. 

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta (MJ) Humphrey Djemat menyatakan, upaya mempersatukan dua kubu PPP yang saling berseberangan kini semakin menemukan titik terang.

BACA JUGA: Untuk Membentuk Fraksi, PAN Ponorogo Gabung PPP

Hal itu dia simpulkan setelah dirinya menggelar pertemuan dengan Plt Ketua Umum PPP versi Pondok Gede, Suharso Monoarfa selama beberapa kali. 

Kemudian pada hari Sabtu, 16 November 2019 kemarin Humphrey Djemat menyambangi Mantan Ketum PPP yang juga mantan Wakil Presiden RI, Hamzah Haz.