Logo

Selain Emil Dardak, Golkar Jatim Siapkan Kader Internal untuk Pilgub

Reporter:,Editor:

Minggu, 29 March 2026 11:24 UTC

Selain Emil Dardak, Golkar Jatim Siapkan Kader Internal untuk Pilgub

Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi (tengah) saat diwawancarai pada Minggu, 29 Maret 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Timur menyiapkan sejumlah kader internal sebagai opsi untuk diusung dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim). Langkah ini dilakukan sembari menunggu keputusan resmi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar terkait arah dukungan partai.

Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menyebut seluruh kader memiliki kesiapan untuk menjalankan mandat partai jika ditunjuk maju dalam kontestasi politik tersebut.

“Seluruh kader Golkar sebenarnya siap untuk menjalankan perintah Ketua Umum, cuma kita kan tidak tahu siapa yang diperintah. Kita tunggu saja terus,” ujarnya.

BACA: Usai Goda Emil Dardak Gabung Golkar dan Pilgub Jatim, Ini Kata Ketua Golkar Jatim

Ia mengungkapkan beberapa nama kader yang berpotensi dipertimbangkan jika partai memutuskan mengusung figur dari internal. Namun, ia menegaskan bahwa peluang mengusung tokoh eksternal tetap terbuka.

“Bisa Pak Blegur, bisa Pak Eko, bisa Pak Suwali. Kalau Pak Ketua saya DPR RI saja. Ya tentulah Golkar punya banyak kader, tergantung perintah Ketua Umumnya siapa ini. Bisa dari internal, bisa dari eksternal,” katanya.

Di sisi lain, komunikasi politik dengan figur eksternal, termasuk Emil Elestianto Dardak, masih berlangsung di tingkat pusat. Penawaran terhadap Emil disebut menjadi kewenangan Ketua Umum dan belum menjadi keputusan final di tingkat daerah.

BACA: Waspadai Caleg Potensial PKB, Halim Iskandar: Inkamben Bisa Digulingkan

“Itu yang menawarkan kan Ketua Umum. Ya tentu kita sebagai pasukan mengikuti Ketua Umum,” ujar Ali Mufthi.

Dengan situasi tersebut, Golkar Jawa Timur menilai dinamika Pilgub Jatim masih sangat terbuka. Partai kini memprioritaskan soliditas internal agar siap bergerak cepat ketika keputusan resmi dari DPP telah ditetapkan, baik mengusung kader sendiri maupun figur eksternal.