Minggu, 29 March 2026 10:15 UTC

Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Ali Mufthi (tengah) saat diwawancarai, Minggu, 29 Maret 2026. Foto: Khaesar
JATIMNET.COM, Surabaya – Partai Golkar sempat menggoda Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Dardak, terkait dukungan untuk maju sebagai calon gubernur pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur mendatang. Partai berlambang pohon beringin itu juga sempat 'menggoda' dengan menawarkan Emil Dardak untuk bergabung.
Meski demikian, Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Ali Mufthi, menegaskan bahwa arah dukungan partainya pada Pilgub Jatim masih menunggu keputusan Ketua Umum DPP Partai Golkar. Termasuk peluang mengusung Emil Elestianto Dardak yang hingga kini masih dalam tahap komunikasi di tingkat pusat.
Ali Mufthi menjelaskan, penjajakan terhadap Emil Dardak, baik terkait kemungkinan bergabung dengan Golkar maupun maju di Pilgub Jatim, sepenuhnya menjadi kewenangan pimpinan pusat. Struktur partai di daerah, kata dia, hanya menjalankan keputusan tersebut sesuai mekanisme organisasi.
BACA: Infrastruktur Membaik, DPR Sebut Mudik Lebaran 2026 Lebih Aman dan Lancar
“Itu yang menawarkan kan Ketua Umum. Ya tentu kita sebagai pasukan mengikuti Ketua Umum,” ujar Ali Mufthi saat diwawancarai wartawan pada Minggu, 29 Maret 2026.
Ia menilai dinamika politik menjelang Pilgub Jatim masih sangat cair. Komunikasi lintas partai berpeluang terus berkembang hingga mendekati tahapan pemilihan kepala daerah.
Meski demikian, Ali Mufthi memastikan Golkar tidak hanya bergantung pada figur eksternal. Partai berlambang beringin itu juga menyiapkan sejumlah kader internal yang dinilai siap jika mendapat mandat dari Ketua Umum.
BACA: Sejumlah SPPG di Jatim Dihentikan Sementara, Ini Tanggapan Emil Dardak
“Seluruh kader Golkar sebenarnya siap untuk menjalankan perintah Ketua Umum, cuma kita kan tidak tahu siapa yang diperintah. Kita tunggu saja terus,” tutur pria yang juga anggota Komisi V DPR RI itu.
Dengan kondisi tersebut, Golkar Jatim saat ini memilih fokus menjaga soliditas internal sambil menunggu arah keputusan dari DPP. Sikap ini dinilai penting agar mesin partai tetap siap bergerak begitu rekomendasi resmi dikeluarkan, baik untuk figur eksternal seperti Emil Dardak maupun kader internal partai.
