Selasa, 15 November 2022 23:40 UTC

Keberadaan burung langka yang berhasil diamati di wilayah pesisir Probolinggo yakni jenis Javan White-Eye. Foto : 5:am_Wildlife Fotografi
JATIMNET.COM, Probolinggo - Keberadaan Burung Kacamata Jawa (Zosterop Falavus) atau Javan White-Eye, serta Burung Bubut Jawa atau Javan Caucal masih bisa dijumpai di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Dua burung langka itu, berada di dua lokasi berbeda wilayah Kabupaten Probolinggo. Di mana untuk Burung Kacamata Jawa dijumpai di areal mangrove, Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan.
Sedangkan Burung Bubut Jawa, berhasil dijumpai di areal Perkebunan Hutan Kesambi, Perhutani, Desa Binor, Kecamatan Paiton. Terungkapnya keberadaan dua burung langka itu, saat Bird Watcher atau pengamat burung, David Barnett, (70) asal Afrika Selatan melakukan pengamatan di wilayah pesisir Kabupaten Probolinggo, Senin 14 November 2022.
Dalam kegiatannya, David Barnett ditemani dua orang Birding Tour Operator, yakni Oka Dwi Prihatmoko dari Birding Indonesia - Bali dan Waskito Kukuh Wibowo dari Birdpacker Indonesia - Malang.
Baca Juga: Burung Endemik Langka, Welirang Komuniti Lepas Liarkan Puluhan Ekor
Kehadiran tiga pengamat burung tersebut, turut dikawal dua komunitas lokal Probolinggo, yakni komunitas fotografer satwa liar Probolinggo (5:am_Wildlife Fotografi), sertaPelindung Rimba & Satwa liar Indonesia (Perisai).
Selama melakukan pengamatan dan pengambilan dokumentasi, David Barnett mengaku sangat senang. Hal tersebut, karena dua spesies burung langka yang sudah lama ada di daftar pencariannya itu, akhirnya bisa ditemuinya pada Birding trip kali ini.
"Saya rasa ini adalah trip terakhir saya untuk ke luar negeri, saya sangat senang satu persatu target burung endemik Jawa yang saya cari berhasil saya temui dan abadikan," kata David.
Hal senada diungkapkan Oka Dwi Prihatmoko, meskipun sudah malang melintang dalam mengawal trip birding. Namun pihaknya, belum pernah mengabadikan keberadaan burung mungil Javan White-eye di habitat aslinya.
Baca Juga: Welirang Komuniti Lepas Elang Tikus dan Burung Dilindungi Lainnya
Jumlah populasinya yang makin rentan dan kian terancam hilang habitatnya, diakuinya membuatnya sangat sulit dijumpai. Oleh karenanya, trip kali ini juga mempunyai kesan tersendiri baginya.
"Burung langka ini hanya ada di Jawa dan alhamdulillah masih ada di Probolinggo, pengamat burung mancanegara banyak yang mau datang ke Jawa hanya untuk mengamati burung-burung endemiknya dan salah satunya adalah burung Pleci ini," ungkapnya.
Sementara terpisah, Sekretaris Desa Asembagus Rofi'i saat dikonfirmasi terkait potensi keanekaragaman hayati di wilayah administrasinya, pihaknya sangat mendukung adanya kegiatan pelestarian alam dan semacamnya.
Menurutnya, selama ini Pemdes Asembagus telah berupaya semaksimal mungkin, agar para satwa yang mendiami kawasan mangrove bisa betah. Karena itu merupakan faktor pendukung atas rencana dikembangkannya, areal objek wisata alam yang ada di desanya.
"Bentuk dukungan kami nyata, lewat adanya kelompok masyarakat pecinta alam yang tugasnya mengurus dan memelihara kawasan mangrove di wilayah kami. Kedepan bakal kami susun Perdes perlindungan mangrove dan satwa liarnya," kata Rofi'i, Selasa 15 November 2022.
