DLH Ponorogo Mulai Investigasi Pencucian Pasir

Gayuh Satria Wicaksono

Selasa, 26 Maret 2019 - 16:59

JATIMNET.COM, Ponorogo – Tersumbatnya saluran irigasi sepanjang tiga kilometer yang melewati Desa Jenangan, Sraten, Sedah dan Panjeng oleh sedimentasi limbah pasir saat ini sudah ditangani Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo.

Sejauh ini DLH sudah melakukan pengecekan terhadap dua tambang dan pencucian pasir di sekitar empat desa tersebut. Ketika dilakukan pengecekan terhadap kedua tambang dan pencucian pasir tersebut sudah mengantongi izin operasi.

“Keduanya telah mengantongi dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL),” Kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo Sapto Djatmiko ketika dihubungi melalui telepon, Selasa 26 Maret 2019.

BACA JUGA: Produksi Padi Merosot Dampak Irigasi Tercemar Limbah Pasir

Sapto menuturkan sesuai aturan yang tertera pada dokumen UKL-UPL, pembuangan limbah pasir tidak boleh langsung dibuang ke dalam saluran irigasi ataupun sungai. Dalam pengelolaan limbah hasil pencucian pasir pihak pengelola tambang harus menyediakan kolam penampungan sebanyak empat kolam.

Kolam ini berfungsi untuk menampung air limbah cucian sebelum air limbah dibuang kembali ke sungai. Sehingga air yang terbuang tidak membawa material yang bisa menyebabkan pencemaran ataupun sedimentasi.

“Kolam penampungan setiap dua bulan sekali juga harus dibersihkan, seperti itu aturan yang tertera pada UKL-UPL,” tuturnya.

BACA JUGA: Puluhan Hektar Sawah Tercemar akibat Pencucian Pasir

Untuk sedimentasi yang terjadi pada empat desa di Kecamatan Jenangan saat ini, Sapto bersama tim dari DLH masih terus melakukan investigasi dan kajian. Pihaknya tidak mau gegabah menyimpulkan karena pihak tambang juga mempunyai dokumen resmi.

“Jika pihak pengelolan terbukti lalai dalam pengolahan limbah pencucian pasir, kami akan memberikan surat peringatan agar memperbaiki prosesnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sraten Edi Purnomo mengaku saat ini telah melakukan pertemuan dengan pengelola tambang dan pencucian pasir. Dalam pertemuan tersebut pihak pengelola mengaku ada kelalaian sehingga material limbah yang terbuang ke sungai masih sangat banyak mengandung pasir.

“Pihak pengelola berjanji akan memaksimalkan jumlah kolam pencucian agar air dari limbah pasir tidak menyumbat saluran irigasi,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...