Dinkes Jatim Belum Turunkan Penanganan Hepatitis A

Baehaqi Almutoif

Kamis, 11 Juli 2019 - 08:54

JATIMNET.COM, Surabaya – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur Kohar Hari Santoso memastikan pengiriman obat dan bantuan tenaga medis ke Pacitan untuk penanganan hepatitis A masih terus dilakukan. Langkah ini tetap dijalankan meskipun tidak ada penderita baru yang terjangkit virus hepatitis A.

“Tim kami masih di Pacitan untuk memantau perkembangan, serta memberikan edukasi tentang kebiasaan hidup bersih. Harapan lain agar tidak ada lagi penderita baru,” ujar Kohar dikonfirmasi, Rabu 10 Juli 2019.

Ditambahkan Kohar, Pemprov Jatim belum menurunkan penanganan penderita hepatitis A. Selain tetap menyiagakan petugas medis, disebutkan Kohar, suplai air bersih di Pacitan dilakukan. Dinkes bersama tim penggerak PKK dan Babinsa melakukan sosialisasi penggunaan air bersih.

BACA JUGA: Tren Kasus Hepatitis di Trenggalek Meningkat

“Kami mendapat tugas dari Pak Sekda (Sekdaprov, Heru Tjahjanto) untuk mengedukasi lebih jauh penggunaan air. Masyarakat akan diajarkan cara mengolah air, bila direbus harus sampai mendidih. Kalau buang air juga harus pada tempatnya,” jelas Kohar.

Masalah air bersih di Pacitan ditengarai menjadi media penyebaran virus hepatitis A. Lonjakan penularan salah satunya ditunjang dengan cara hidup yang tidak bersih, terutama pengelolaan air.

Sejauh ini Kementerian Kesehatan belum mencabut status kejadian luar biasa (KLB), meskipun sudah tidak ada lagi penderita baru hepatitis A di Pacitan. Menurut Kohar pencabutan status itu tergantung dari Pemkab Pacitan.

“Kalau layak untuk dicabut, ya pasti akan dicabut,” ungkap Kohar.

BACA JUGA: KLB Hepatitis A di Pacitan, Dokter Sarankan Pentingnya Cuci Tangan

Menurutnya, status itu baru bisa dicabut jika penanganannya benar-benar sudah tuntas sampai tahap pasien sembuh. “Dicabut atau tidak itu tergantung upaya memuntaskannya sampai pasien benar-benar sembuh. Kalau sudah tuntas, pasti dicabut,” tuturnya.

Belum dicabutnya status KLB ini ditengarai masih tingginya penderita hepatitis A di Pacitan. Sejauh ini jumlah penderita hepatitis A di Pacitan mencapai 1.100 orang, dan masih menjalani upaya penyembuhan.

“Sekarang masih terus mencari (penderita). Tapi sejauh ini sudah tidak ada lagi tambahan pasien, baik di rumah sakit maupun di puskesmas, sudah tidak nambah," tandasnya.

Baca Juga

loading...