Selasa, 21 January 2020 23:35 UTC

Pendiri Lotte Group, Shin Kyuk-ho
JATIMNET.COM, Surabaya - Minggu 19 Januari 2020 kemarin, kabar duka datang dari Pendiri Lotte Group, Shin Kyuk-ho. Tokoh asal Korea Selatan ini meninggal pada usia 98 tahun.
Shin Kyuk-ho memiliki kisah yang sangat inspiratif dalam perjalanannya mendirikan Lotte Group. Pada tahun 1941 Shin diketahui belajar Teknik Kimia di Universitas Waseda Jepang hingga satu tahun berselang, ia pun membuka pabrik pembuat penanak nasi di tahun 1942.
Namun akibat perang dunia kedua, pabrik pembuat penanak nasi milik Shin pun hancur. Pria kelahiran Ulsan ini pun tak menyerah hingga pada tahun 1948, enam tahun berselang Shin mendirikan Lotte dengan bisnis awal yang menjual permen karet.
Kemudian, pada 1963 Kyuk-Ho telah membangun perusahaan menjadi produsen gula-gula yang mempekerjakan 3.000 orang. Dari sana, bisnisnya mulai bercabang menjadi periklanan, olahraga, dan perdagangan yang berkembang menjadi perusahaan multinasional.
BACA JUGA: Ini Pendidikan yang Ditempuh Reynhard Sinaga
Kesuksesan Lotte pun membawa Shin dan keluarganya berada di peringkat 136 miliarder dunia versi majalah Forbes, tahun 2006. Tiga tahun berikutnya, Shin melonjak tajam di tahun 2009 berada pada peringkat 38 sebagai orang terkaya di Korea Selatan.
Pada tahun 2017, Lotte menjadi perusahaan keluarga terbesar kelima di Korea Selatan. Di tahun itu pula Shin pensiun dari jabatannya sebagai Direktur Dewan Lotte Holdings Co. Shin memegang posisi itu selama hampir 70 tahun lamanya. Dan kini, Shin Dong-bin, putra bungsunya lah yang menggantikan posisinya.
Ketika kekayaan Grup Lotte tumbuh, begitu pula kekayaan Kyuk-Ho dan juga keluarganya. Pada 2019, aset gabungan perusahaan yang berafiliasi Lotte berjumlah lebih dari 100 triliun won (US$ 86,3 miliar), melewati Samsung, Hyundai Motor, SK dan LG diantara chaebol Korea Selatan, menurut Korea Fair Trade Commission.
Sebenarnya perjalanan Lotte juga tidak selalu mulus. Dikutip dari Reuters, Selasa 21 Januari 2020, akibat dari hubungannya yang mendalam dengan Jepang, terkadang Lotte harus menghadapi reaksi publik Korea Selatan yang kerap mengecam bahkan memboikot produk mereka ketika hubungan kedua negara memburuk.
BACA JUGA: Bocah Lima Tahun Meninggal Akibat Disiksa Orang Tuanya
Seperti yang terjadi pada tahun 2017, Lotte sempat menjadi korban korporat terbesar dari pertikaian antara Korea Selatan dengan Cina atas keputusan Seoul yang menggunakan sistem anti rudal Amerika Serikat dalam melawan ancaman Korea Utara.
Lotte yang diketahui menawarkan tanah untuk sistem itu, melihat kebanyakan marketnya ditangguhkan oleh Cina, akhirnya menarik diri dari operasi.
Saat itu Shin sudah terikat dengan kursi roda akibat kesehatannya yang memburuk, ia tetap dijatuhi hukuman tiga tahun penjara tahun 2018 akibat penggelapan dan pelanggaran tugas. Namun ia dibebaskan dari hukuman akibat kesehatannya yang semakin memburuk.
