Logo

Detik-detik Ledakan di Masjid saat Tarawih di Jember, Terjadi Saat Rakaat ke-14

Reporter:

Kamis, 26 March 2026 10:45 UTC

Detik-detik Ledakan di Masjid saat Tarawih di Jember, Terjadi Saat Rakaat ke-14

Polisi saat melakukan olah TKP di Masjid Raya Pesona Jember sehari setelah ledakan, Selasa, 17 Maret 2026. Foto: Adi

JATIMNET.COM, Jember — Polisi akhirnya memastikan, ledakan yang terjadi di Masjid Raya Pesona, Patrang pada akhir bulan Ramadan lalu, bukan diakibatkan oleh bom. Kesimpulan ini sekaligus mengakhiri sejumlah spekulasi yang berkembang di masyarakat usai terjadi ledakan di masjid yang memakan 1 korban luka di bagian pendengaran ini.

Sebelumnya, suasana khusyuk Salat Tarawih di Masjid Raya Pesona, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah terdengar ledakan keras, Senin malam, 16 Maret 2026.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, bertepatan dengan malam ke-27 Ramadan 1447 Hijriah. Saat itu, salat Tarawih telah memasuki rakaat ke-14.

Dentuman keras terdengar hingga ke permukiman warga sekitar. Puluhan jemaah yang berada di dalam masjid langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

BACA: Polisi Pastikan Ledakan Masjid Jember Bukan Bom, Diduga Reaksi Panas Zat Kimia

Berdasarkan keterangan saksi, ledakan muncul secara tiba-tiba dari area dekat tempat wudhu laki-laki. Getaran yang ditimbulkan bahkan membuat jam dinding masjid berhenti tepat pada saat kejadian.

“Untuk kejadiannya tadi sekitar pukul setengah delapan. Jam itu mati karena ledakan, jadi berhenti itu, menunjukkan waktu yang akurat. Kejadiannya kira-kira saat rakaat ke-14,” ujar Takmir Masjid Raya Pesona, Muhammad Fadil.

Insiden tersebut sempat memicu kekhawatiran warga, mengingat suara ledakan cukup keras dan terjadi di tengah momentum ibadah Ramadan.

Pihak kepolisian memastikan, ledakan tersebut bukan berasal dari bahan peledak. Hasil analisis sementara menunjukkan tidak ada indikasi penggunaan bom dalam peristiwa tersebut.

BACA: Perketat Pengawasan 19.100 Peserta UTBK SNBT, Unej Antisipasi Kecurangan

Sebaliknya, polisi menduga ledakan dipicu oleh reaksi zat kimia yang mengalami peningkatan suhu hingga menimbulkan ledakan. Temuan awal mengarah pada adanya bahan kimia di dalam lemari besi di sekitar lokasi kejadian.

“Dari hasil penyelidikan sementara, petugas menemukan zat kimia di dalam lemari besi yang diduga menjadi sumber ledakan, di antaranya Sodium Perchlorate (NaClO4) dan Poly (Bisphenol A-co-epichlorohydrin). Diduga, kedua senyawa tersebut mengalami peningkatan suhu hingga memicu reaksi yang berujung pada ledakan,” ujar Kapolres Jember, AKBP Bobby A Condroputra dalam pernyataan resminya, Kamis malam, 26 Maret 2026.

Meski begitu, Bobby menyebut penyelidikan masih terus dilakukan secara mendalam dengan melibatkan tim forensik untuk memastikan penyebab pasti secara ilmiah.