Delapan Kota Berkontribusi Terhadap PDRB Jatim

Baehaqi Almutoif

Selasa, 9 April 2019 - 22:13

JATIMNET.COM, Surabaya – Ketimpangan ekonomi antara perkotaan dengan pedesaan masih menjadi masalah serius dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Timur. Penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 60 persen masih disumbang delapan kota.

Data yang disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, selama ini ketimpangan ekonomi masih sangat jauh. Pertumbuhan atau konsentrasi ekonomi (PDRB Jawa Timur) cenderung terpusat pada delapan kabupaten/kota. Di antaranya Surabaya sebesar 24,3 persen, Gresik 5,82 persen, dan Sidoarjo 8,55 persen.

Sementara Malang Raya 8,14 persen, Kabupaten Pasuruan 6,13 persen, dan Kota Kediri 5,7 persen. Jika ditotal depalan kabupaten/kota itu menyumbang hampir 60 persen ekonomi Jawa Timur. Sisanya masih keroyokan seluruh kota/kabupaten lainnya.

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Jatim Diprediksi 5,6 Persen

“Sementara 30 kabupaten/kota lainnya menyumbang 40 persen untuk PDRB secara keroyokan,” ujar Khofifah sesaat sebelum membuka Musrenbang di Grand City, Selasa 9 April 2019.

Dampak dari ketimpangan tersebut, menurut Khofifah, kemiskinan di pedesaan lebih tinggi sebesar 15,2 persen. Sedangkan kemiskinan di kota cenderung lebih kecil atau di kisaran 6,97 persen.

Karenanya, Gubernur Jawa Timur kelahiran Surabaya itu mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota bersinergi mengurangi ketimpangan tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi 5,17 Persen, Jokowi: Sangat Baik

Beberapa langkah seperti meningkatkan ekonomi masyarakat desa, intervensi dana desa, sinergi program baik dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota di pedesaan.

“Sinergi ini menjadi penting untuk melihat bagaimana menjadikan seluruh intervensi program berdampak signifikan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Baca Juga

loading...