Logo

Data Dispendik dan Kemenag Mojokerto Catat Korban Dugaan Keracunan MBG Tembus 780 Orang

Reporter:,Editor:

Rabu, 14 January 2026 03:37 UTC

Data Dispendik dan Kemenag Mojokerto Catat Korban Dugaan Keracunan MBG Tembus 780 Orang

Suasana di salah satu SPPG di Kabupaten Mojokerto. Foto: Hasan

JATIMNET.COM, Mojokerto - Jumlah korban dugaan keracunan hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto terus bertambah.

Berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten tersebut, total warga terdampak kini mencapai 780 orang dari berbagai satuan pendidikan.

Dari angka tersebut, 533 orang tercatat berasal dari lima lembaga pendidikan di bawah naungan Dispendik. Kelima lembaga itu menerima pasokan menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 3 di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo.

Pelaksana Tugas Kepala Dispendik (Plt Kadispendik) Kabupaten Mojokerto, Yoi'e Afrida Soesetyo Djati mengungkapkan bahwa korban tidak hanya siswa, tetapi juga tenaga pendidik hingga keluarga siswa.

“Pendataan sementara dari lima lembaga menunjukkan ada 533 orang terdampak, terdiri dari siswa, guru, serta wali murid atau keluarga siswa,” ujarnya, Rabu, 14 Januari 2026.

BACA: Jumlah Korban yang Diduga Keracunan MBG Bertambah, 159 Orang Masih Dirawat

Ratusan orang terdampak itu tercatat dari lima sekolah, yaitu SMPN 2 Kutorejo, SMP Al Hidayah, SDN Wonodadi 1, SDN Wonodadi 2, dan SDN Singowangi. Dari kelima lembaga tersebut, kasus terbanyak terjadi di SMPN 2 Kutorejo.

Di sekolah tersebut, dari total 666 siswa penerima MBG, sebanyak 293 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan. Rinciannya, 164 siswa mengalami gejala ringan, 68 siswa bergejala sedang. Sementara, 35 siswa masih menjalani perawatan inap. Selain itu, 26 orang keluarga siswa juga dilaporkan ikut terdampak.

Meski demikian, Dispendik memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Siswa yang mengalami gangguan kesehatan diberikan dispensasi serta pembelajaran susulan.

“Kesehatan tetap menjadi prioritas. Sekolah harus tetap berjalan, tapi ini menjadi evaluasi bersama agar ke depan sekolah benar-benar aman bagi anak,” tegas Yoi'e.

BACA: Usai Keracunan 349 Siswa, Kemenkes Temukan Dapur SPPG Wonodadi Belum Kantongi SLHS

Sementara itu, dari hasil pendataan Kemenag Kabupaten Mojokerto, tercatat 247 orang terdampak dugaan keracunan setelah menyantap soto ayam program MBG yang didistribusikan pada Jumat, 9 Januari 2026. Kasus tersebut terjadi di enam madrasah.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Mojokerto Masruchan menyebut korban tidak hanya berasal dari kalangan siswa.

“Beberapa guru dan pengasuh juga ikut mencicipi menu MBG, sehingga turut terdampak,” ujarnya.

Enam madrasah penerima MBG tersebut antara lain RA Nurul Hidayah Wonodadi, MI Nurul Hidayah Wonodadi, MTs Ma’had Annur Singowangi. Kemudian, MTs Nurul Hidayah Wonodadi, MA TI Berlian Wonodadi, serta MA Ma’had Annur Singowangi.