Senin, 12 January 2026 12:10 UTC

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat mengunjungi korban keracunan MBG di Rumah Sakit dr Soekandar Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Foto: Hasan.
JATIMNET.COM, Mojokerto - Jumlah korban dugaan keracunan massal di Kabupaten Mojokerto terus bertambah. Hingga Senin, 12 Januari 2026 total sebanyak 349 orang yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi soto ayam, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan Jumat, 9 Januari 2026.
Dari jumlah tersebut, 159 anak dan orang dewasa di antaranya masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Mojokerto.
Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa ratusan korban tersebut tersebar di 13 fasilitas kesehatan. Sebanyak 159 orang masih dirawat, sementara sisanya telah diperbolehkan pulang.
"Sejumlah 190 orang sudah keluar dari rumah sakit atau pulang," ungkapnya, Senin sore 12 Januari 2026.
BACA: 140 Pasien Terdampak Dugaan Keracunan MBG di Mojokerto Dinyatakan Pulih
Rincian pasien yang masih dirawat meliputi 42 orang di RSUD Prof dr Soekandar, 27 orang di RS Sumberglagah, 10 orang di RS Mawaddah, 15 orang di RSI Arofah, 26 orang di RS Kartini, serta 11 orang di RS Sido Waras.
Selain itu, masing-masing tiga pasien dirawat di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, RS Dian Husada, dan RSI Sakinah.
Perawatan juga dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, yakni 6 orang di Puskesmas Pacet, 8 orang di Puskesmas Kutorejo, 3 orang di Puskesmas Bangsal, serta 2 orang di Puskesmas Dlanggu.
Sementara itu, Direktur RSUD Prof dr Soekandar dr Gigih Setijawan mengatakan pasien keracunan yang dirawat di rumah sakit tersebut mayoritas merupakan anak-anak. Namun, terdapat pula korban dari kalangan orang dewasa.
"Ada beberapa pasien dewasa, kebetulan ikut mencicipi karena (MBG) dibawa pulang," terangnya.
BACA: Dugaan Keracunan MBG di Mojokerto, Anggota DPRD Jatim Minta Evaluasi Total SPPG
Terkait penanganan medis, Gigih menjelaskan bahwa kondisi pasien umumnya sudah stabil saat tiba di rumah sakit. Penanganan difokuskan pada pemulihan cairan tubuh.
"Kebetulan pasien-pasien yang datang sudah tidak mual dan diare, sehingga kami support cairan saja," tandasnya.
Sebelumnya, ratusan pelajar, santri, serta anggota keluarga siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah diduga mengonsumsi menu MBG yang diproduksi SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah.
