JATIMNET.COM, Surabaya - Memiliki pasangan ideal dan tepat tentu menjadi harapan setiap perempuan. Namun pernahkah kamu menerima curhatan teman-temanmu yang mengeluh selalu salah memilih pria. Kenapa pula ia selalu gagal membina hubungan? Ternyata, ada sejumlah alasan yang melatarbelakanginya.

Dikutip dari www.thelist.com, ternyata ada banyak alasan penyebab perempuan gagal membina hubungan. Thelist.com merangkum sejumlah riset dan analisis psikologis dari berbagai sumber, terutama ketika dikaitkan dengan psikologi perempuan. Nah, berikut ini alasan perempuan sering jatuh cinta pada pria yang salah.

Minder yang akut

Dalam banyak contoh, wanita jatuh cinta kepada pria yang salah disebabkan lebih karena mereka ini tidak memiliki bekal kepercayaan diri yang kuat, dalam bahasa gaulnya minder yang akut. Bahkan, survei yang dilakukan Majalah Gaya Hidup, GLAMOUR pada 2014 mengungkapkan, lebih dari 50 persen wanita tidak senang dengan tubuh mereka, dan sekitar 80 persen wanita bahkan tidak dapat melihat diri mereka di cermin. Mereka minder terhadap penampilan fisik mereka sendiri. 

Mindset yang muncul pada para perempuan ini sebenarnya salah. Mereka sering kali menganggap diri mereka tidak menarik dan cenderung lebih percaya hal-hal buruk pada dirinya dibanding hal-hal baik. Oleh sebab itu menjadi wajar bila kemudian mereka selalu gagal memilih pria karena minder akut itu. Mereka tidak mampu meyakinkan dirinya bisa menemukan pria idamannya dan sesuai dengan dirinya sendiri.

Tertipu penampilan

Berikutnya tertipu tampang saja. Punya pacar yang ganteng, seperti Siwon, member SUJU, tentu menjadi idaman semua perempuan. Namun ingat, dalam 'kamus' hubungan, penampilan bukan satu-satunya penilaian yang bisa dipercaya untuk masalah cinta. Ketertarikan fisik bisa jadi hanya menipu dan justru ke depan malah membuatmu tersesat dalam menemukan cinta sebenarnya. Bisa jadi mereka ganteng, tapi memiliki perangai dan tabiat buruk. Sebaliknya, penampilannya boleh biasa saja, tapi sebenarnya pasanganmu itu adalah seorang pria bertanggungjawab dan lebih cocok dengan kepribadianmu.

Takut jomblo

Ketakutan menjadi jomblo atau single 'permanen' juga menjadi faktor kuat bagi perempuan terjebak dengan pria yang salah. Mereka diteror stigma bahwa perempuan single adalah tanda tak laku dan tak diinginkan pria. Sehingga keinginan yang muncul adalah, apapun bentuk dan model prianya, pokoknya punya pasangan. Ini sebenarnya blunder bagi para perempuan. Sebab, kalau semata-mata pertimbangannya seperti itu, peluang kesalahan memilih pria lebih besar. Jadi, ke depan tidak usah takut lagi kalau setiap pulang ke rumah selalu dicecar pertanyaan mama, "kapan menikah?" Jawab saja, "Saya masih mau sendirian".

Terpengaruh 'Drama Queen'

Alasan lain, banyak perempuan cenderung over acting untuk mencari perhatian seorang pria. Istilah kerennya 'Drama Queen'. Mereka mendramatisir segala sesuatu dalam hubungan cintanya dan membuat seolah-olah mirip dengan film drama. Intinya, si perempuan ini benar-benar hanyut dengan film-film drama, sehingga melemahkan nalar logis dalam menjalin hubungan dengan pria. Karena sering 'Drama Queen' ini, perempuan tidak benar-benar mencari pria ideal dan apa adanya, namun lebih karena pengaruh film. Mereka terjebak dalam alam khayalan seperti dalam drama-drama tersebut. 

Nekat meskipun tahu si lelaki tak baik

Meski mengetahui tabiat pria tak baik, namun ngotot dan yakin bisa mengubahnya. Keyakinan ini seringkali tak sesuai ekspektasi. Padahal, sifat atau kebiasaan buruk tak akan bisa berubah dengan cepat jika bukan dari diri sendiri. Bahkan akan sulit mengubah seseorang yang tak mau berubah dengan sendirinya. Pada akhirnya, sebenarnya si perempuan ini hanya menyakiti diri sendiri. Seharusnya sejak awal mereka proporsional dalam menilai pria dan tidak berlebihan meletakkan ekspektasi terhadap calon pasangannya.