CLS Membuka Asa Memburu Juara ABL 

Baehaqi Almutoif

Minggu, 12 Mei 2019 - 07:16

JATIMNET.COM, Surabaya – Asa BTN CLS Knights Indonesia merebut gelar juara perdana ASEAN Basketball League (ABL) 2018-2019 kembali terbuka. Di final keempat, CLS Knights membekuk Singapore Slingers 87-74, di GOR Kertajaya Surabaya, Sabtu 11 Mei 2019 malam.

Dengan demikian, Maxie Esho dkk membuat kedudukan menjadi 2-2. Sebab sebelumnya CLS Knights sempat tertinggal 2-1 dengan format final best of five. Selanjutnya gim kelima bakal dilangsungkan di kandang Slingers, Rabu 15 Mei 2019.

CLS membuka pertandingan cukup alot. Bahkan tim tuan rumah sempat tertinggal 0-8. Namun secara perlahan angka itu dipangkas, hingga membuat tim asal Kota Pahlawan ini berbalik unggul 21-18.

BACA JUGA: CLS Knights Gagal Tembus Pertahanan SIngapore Slingers

Di kuarter kedua, tuan rumah kembali berada di bawah tekanan. Bahkan sempat tertinggal 21-22. Pelatih Brian Rowsom mencoba memasukkan Arif Hidayat untuk menggantikan Wong Wei Long.

Masuknya Arif Hidayat mampu membawa perubahan permainan. Tercatat, CLS Knights mampu mendulang 19 poin.

Memasuki second half, penampilan CLS Knights di hadapan publik sendiri makin menggila. Meski mampu dibalas Slinger, tetapi keunggulan CLS tetap bertahan di akhir kuarter ketiga dengan skor 70-54.

Di kuarter keempat, CLS tetap mendominasi permainan dengan gaya permainan yang cepat. Slinger sebetulnya mampu mengimbangi permainan cepat yang dikembangkan tuan rumah. Meski demikian, CLS mampu mengunci kemenangan dengan kedudukan, 87-74.

BACA JUGA: CLS Knights Akui Keunggulan Singapore Slingers di Gim Ketiga

“Kami bermain bagus malam ini. Kami bisa bermain dengan (tempo) cepat sehingga banyak momentum untuk mencetak angka. Tapi, bermain di Singapura nanti akan sangat sulit karena banyak tekanan, sehingga kita harus lebih fokus," ujar Pelatih BTN CLS Knight Indonesia, Brian Rowsom.

Sementara itu, Managing Partner CLS Knigths Christopher Tanuwidjaja optimistis bisa meraih juara pada ABL musim ini. Meskipun pada gim kelima atau pertandingan terakhir harus dilewati di kandang Slinger.

“Saya tidak pernah nggak percaya. Karena itu, motto kami selalu believe (percaya). Meski peringkat kami tak sebaik tahun ini, motto kita pun tetap sama. Itu yang saya tekankan kepada tim. Dan mungkin (gelar juara) akan terwujud di hari Rabu (final game kelima),” kata Tanuwidjaja.

Dengan kemampuan menyamakan kedudukan, CLS harus mati-matian bermain di kandang Slinger untuk membawa pulang gelar juara ABL pertamanya.

Baca Juga

loading...