JATIMNET.COM, Surabaya – Suasana mendung yang mengelilingi Surabaya dan sekitarnya tidak menyurutkan sejumlah siswa TK Sekolah Refleksi Cinta Keluarga (Cikal) untuk belajar.

Mereka terlihat antusias berinterkasi dalam sebuah drama dengan tema transportasi. Belasan siswa ini dibimbing Reception Senior 2 (kelas TK B) Dina Islamah, Rabu 6 Maret 2019.

Dua dari belasan siswa memainkan drama dengan sambil memamerkan hasil karya yang dibuat kurang lebih selama dua minggu. Keduanya adalah Aisyah Anera Yuman (5) dan Eldrik Putra Arifin (5).

BACA JUGA: Risma Minta Pendidikan Tak Hanya Ajarkan Teori

Aisyah Anera memamerkan sebuah mobil dari kardus bekas dan berharap bisa keliling Jakarta. Sedangkan Eldrik menunjukkan karyanya berupa roket dengan harapan bisa terbang ke Hong Kong.

Dua siswa ini bersama belasan rekan lainnya dilatih untuk menghargai temannya yang tampil di depan dan memberikan komentar atau penilaian satu sama lain. Hampir semua siswa aktif memberikan saran, komentar maupun pujian kepada temannya yang sudah menampilkan dramanya.

Itulah metode yang dikenalkan Cikal. Yakni berupaya menciptakan rumah kedua sebagai wadah kegiatan belajar siswa. Hal tersebut dibarengi dengan beragamnya pola belajar.

“Konsep menjadi rumah kedua ini agar siswa tidak merasa terbebani ketika belajar," kata Kepala Sekolah Cikal, Ratih Saraswati saat dijumpai di Aula Gedung Cikal, Rabu 6 Maret 2019.

Salah satu konsep yang digunakan adalah penataan model kelas yang disesuaikan dengan keinginan siswa. Ratih mencontohkan fasilitas yang diberikan seperti kursi, sofa, meja dan kursi berukuran tinggi, ditambah tempat duduk santai. Fasilitas ini sesuai dengan keinginan siswa untuk digunakan belajar.

BACA JUGA: DAK Pendidikan Kabupaten Malang Diduga Mengalir ke Wartawan

“Biasanya jika kegiatan belajar dimulai, ada siswa yang inginnya duduk di sofa, dan itu tidak menganggu kegiatan belajar," katanya.

Selain memberikan model belajar yang sesuai keinginan siswa. Pihaknya sering mengadakan parenting untuk wali murid agar mendukung pola belajar yang diterapkan Cikal.

"Dalam setahun ini, kurang lebih sudah sepuluh kali agenda parenting. Tujuannya agar orang tua mengerti kebutuhan anak. Dan tidak lagi marah atau salah bertindak ketika anak melakukan hal-hal yang tidak biasa,” kata Ratih.