Logo

Cerita Penumpang Pesawat yang Terdampak Erupsi: Pilih Jalur Darat, Surabaya-Jakarta 12 Jam

Reporter:,Editor:

Selasa, 08 September 2026 11:03 UTC

Cerita Penumpang Pesawat yang Terdampak Erupsi: Pilih Jalur Darat, Surabaya-Jakarta 12 Jam

Firda Brillianti saat di bandara juanda setelah mengetahui penerbangannya ke Jakarta dibatalkan, Selasa, 8 September 2026. Foto: dokumen pribadi Firda

JATIMNET.COM, Surabaya – Pembatalan sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, akibat erupsi Anak Gunung Krakatau pada Minggu, 6 September 2026, membuat penumpang harus mencari alternatif perjalanan menuju Jakarta.

Salah satunya Firda Brillianti (28), penumpang Pelita Air yang dijadwalkan terbang dari Juanda menuju Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.10 WIB. Ia bahkan sudah tiba di bandara sejak pukul 04.00 WIB.

"Seharusnya itu jam 06.10 pagi dari Juanda menuju Jakarta di Soekarno-Hatta. Saya sudah di bandara jam 04.00 subuh karena memang kalau mau naik pesawat harus datang lebih awal," kata Firda, Selasa, 8 September 2026.

Saat tiba, Firda mengetahui penerbangan pertama sekitar pukul 05.00 WIB telah dibatalkan. Namun, penerbangannya belum mendapat pemberitahuan. Sekitar 30 menit sebelum boarding, ia baru menerima informasi bahwa penerbangannya ikut dibatalkan.

"Setengah jam menuju boarding barulah saya dapat pengumuman kalau pesawat saya harus dibatalkan karena erupsi gunung berapi," katanya.

Firda kemudian melihat sejumlah penerbangan menuju Jakarta juga terdampak. Harapannya untuk menggunakan penerbangan siang pun sirna setelah mengetahui Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma turut menutup operasional sementara hingga sekitar pukul 09.30 WIB.

"Jadi tidak lama kemudian saya dengar semua penerbangan ke Jakarta, dari maskapai apa pun, tetap dibatalkan," ucap Firda.

Kondisi itu membuat antrean penumpang mengular di layanan pelanggan sejumlah maskapai. Sebagian penumpang memilih mengajukan refund, sedangkan lainnya menjadwalkan ulang penerbangan.

Firda sempat mencoba membeli tiket kereta api sebagai alternatif, tetapi kursi yang dipilihnya lebih dahulu terjual saat proses pembayaran. Ia akhirnya mengurus refund melalui aplikasi perjalanan tempat tiket pesawat dibeli.

"Kalau pesan melalui aplikasi, kami diarahkan ke aplikasi tersebut. Maskapai juga menyiapkan surat pembatalan sebagai bukti bahwa penerbangan memang dibatalkan oleh maskapai," katanya.

Proses refund diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga 10 hari kerja. Karena membutuhkan kepastian perjalanan menuju Jakarta, Firda kemudian memilih menggunakan transportasi darat bersama penumpang lain.

Mereka menyewa kendaraan Hiace travel dengan biaya sekitar Rp700 ribu per orang. Jumlah penumpang yang awalnya tiga orang bertambah menjadi lima hingga enam orang.

"Tarifnya sekitar Rp700 ribu per orang. Memang lebih murah daripada pesawat, tetapi tentu akan lebih enak kalau penerbangan tidak dibatalkan karena perjalanan darat lebih panjang dan lebih capek," katanya.

Perjalanan darat menuju Jakarta membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 12 jam, bahkan dapat mencapai 12 hingga 15 jam karena rombongan harus berhenti untuk makan dan beristirahat.

"Hampir 12 jam, bahkan bisa 12 sampai 15 jam karena kami juga berhenti di rest area untuk makan dan istirahat," ujar Firda.