Logo

Bupati Probolinggo Diutus APKASI Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Reporter:,Editor:

Minggu, 06 September 2026 12:49 UTC

Bupati Probolinggo Diutus APKASI Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

‎‎Bupati Probolinggo, Muhammad Haris (kiri) bersama Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayoga (kanan) saat baru tiba di Bandara Frans Seda, Maumere NTT untuk menyalurkan bantuan bagi korban gempa NTT. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Bupati Probolinggo, Muhammad Haris atau Gus Haris mendapat mandat dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gus Haris menjalankan misi tersebut bersama Ketua Umum APKASI dan sejumlah kepala daerah yang mewakili para bupati dari berbagai wilayah di Indonesia. Rombongan mendatangi sejumlah daerah terdampak untuk menyerahkan bantuan sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

Misi kemanusiaan tersebut berlangsung selama tiga hari, 4-6 September 2026. Rombongan memulai penyaluran bantuan di Maumere untuk masyarakat terdampak di Kabupaten Sikka dan Nagekeo.

Dari Maumere, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Manggarai Barat. Di wilayah tersebut, bantuan diserahkan untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Manggarai.

Gus Haris mengatakan keterlibatan pemerintah daerah dalam misi tersebut merupakan wujud solidaritas antardaerah ketika masyarakat di suatu wilayah menghadapi bencana.

"Ini bagian dari semangat solidaritas antardaerah, untuk hadir dan menyampaikan dukungan kepada masyarakat serta pemerintah daerah yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur," ujar Gus Haris, Minggu, 6 September 2026.

Menurut Gus Haris, kepedulian terhadap masyarakat NTT juga telah ditunjukkan warga Kabupaten Probolinggo melalui penggalangan donasi. Bantuan yang terkumpul kemudian dititipkan melalui BPBD Provinsi Jawa Timur untuk diteruskan kepada masyarakat terdampak.

"Kami datang bukan sekadar mengawal bantuan. Kami membawa salam, doa, dan kepedulian dari masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur," katanya.

Gus Haris menilai bencana di suatu daerah menjadi pengingat bahwa kepedulian kemanusiaan tidak seharusnya terhalang batas administratif. Menurut dia, daerah lain perlu memberikan dukungan ketika masyarakat di suatu wilayah mengalami musibah.

"Hari ini mungkin saudara-saudara kita di NTT yang membutuhkan uluran tangan. Esok hari, kita tidak pernah tahu siapa yang membutuhkan pertolongan," ucapnya.

Ia menegaskan solidaritas antardaerah perlu terus dipelihara. Menurutnya, kekuatan Indonesia juga tercermin dari kepedulian masyarakat dan pemerintah daerah untuk saling membantu ketika menghadapi kesulitan.

"Karena itu, solidaritas antardaerah harus terus kita jaga. Indonesia menjadi kuat bukan hanya karena pemerintahannya, tetapi karena rakyat dan daerah-daerahnya tidak membiarkan satu sama lain menghadapi kesulitan sendirian," imbuh Gus Haris.

Keterlibatan Kabupaten Probolinggo dalam misi kemanusiaan APKASI sekaligus menunjukkan kepedulian daerah terhadap masyarakat di wilayah lain yang sedang menghadapi bencana.

Gus Haris menyebut sikap tersebut sejalan dengan semangat Probolinggo SAE. Semangat itu, kata dia, tidak hanya diwujudkan melalui kerja dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo, tetapi juga dengan membangun empati terhadap sesama warga Indonesia yang sedang tertimpa musibah.

Bagi Gus Haris, kehadiran di tengah masyarakat terdampak bencana memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar nilai bantuan yang disalurkan. Kehadiran pemerintah dan daerah lain juga memberikan dukungan moral kepada masyarakat agar mereka tidak merasa menghadapi bencana seorang diri.

"Memang yang kami bawa mungkin tidak seberapa. Tetapi persaudaraan tidak pernah diukur dari besarnya bantuan. Persaudaraan diukur dari kesediaan untuk hadir," pungkasnya.