Minggu, 06 September 2026 02:31 UTC

Kondisi Bandara Juanda pasca erupsi Anak Gunung Krakatau, Minggu, 6 September 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah bandara, termasuk Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu, 6 September 2026.
Dampak tersebut turut memengaruhi konektivitas penerbangan menuju dan dari Bandara Juanda. Pengelola bandara mencatat sebanyak 16 penerbangan mengalami penyesuaian operasional.
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir mengatakan kondisi tersebut merupakan dampak lanjutan setelah aktivitas erupsi memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah bandara lain.
“Sehubungan dengan adanya aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau yang berdampak pada operasional sejumlah bandara di sekitar wilayah tersebut, telah terjadi penyesuaian operasional penerbangan pada beberapa bandara,” katanya.
Tohir menyebut beberapa bandara yang mengalami penyesuaian operasional antara lain Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Radin Inten II Lampung.
“Kondisi tersebut kemudian menimbulkan dampak berantai pada konektivitas dan rotasi penerbangan,” ujarnya.
Menurut Tohir, gangguan terhadap konektivitas dan rotasi penerbangan tersebut kemudian merambat ke sebagian operasional penerbangan di Bandara Juanda.
“Kondisi tersebut turut memengaruhi sebagian operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda,” katanya.
Berdasarkan pemantauan kondisi operasional terkini, terdapat 16 penerbangan di Bandara Juanda yang mengalami penyesuaian. Penyesuaian tersebut mencakup pembatalan penerbangan serta perubahan jadwal atau keterlambatan.
“Terdapat 16 penerbangan yang mengalami penyesuaian, dengan rincian penerbangan yang mengalami pembatalan dan penyesuaian jadwal atau keterlambatan,” kata Tohir.
Sejumlah Penerbangan Menuju Juanda Dibatalkan
Dampak operasional tersebut terjadi baik pada penerbangan kedatangan maupun keberangkatan. Sejumlah penerbangan menuju Bandara Juanda tercatat mengalami pembatalan.
Penerbangan yang dibatalkan dari sisi kedatangan antara lain Lion Air LNI 690 rute Jakarta (CGK)-Surabaya (SUB), Batik Air BTK 6584 rute CGK-SUB, Batik Air BTK 7513 rute Halim Perdanakusuma (HLP)-SUB, dan Citilink CTV 738 rute CGK-SUB.
Pembatalan juga terjadi pada Citilink CTV 351 dengan rute Makassar (UPG)-SUB serta Garuda Indonesia GIA 304 rute CGK-SUB.
“Penyesuaian penerbangan tersebut dilakukan mengikuti kondisi operasional dan konektivitas penerbangan yang terdampak,” ujar Tohir.
Penerbangan dari Juanda Ikut Mengalami Pembatalan
Tidak hanya penerbangan kedatangan, sejumlah penerbangan yang berangkat dari Bandara Juanda juga mengalami pembatalan.
Maskapai yang terdampak antara lain Batik Air melalui penerbangan BTK 6391, Pelita Air PAS 213, Lion Air LNI 693, dan Batik Air BTK 6585. Keempat penerbangan tersebut melayani rute SUB-CGK.
“Pembatalan juga terjadi pada sejumlah penerbangan keberangkatan dari Bandara Juanda,” katanya.
Selain penerbangan menuju Jakarta, pembatalan juga terjadi pada Batik Air BTK 7516 dan BTK 7510 dengan rute SUB-HLP.
Citilink juga membatalkan penerbangan CTV 739 rute SUB-CGK dan CTV 350 rute SUB-UPG. Sementara itu, Garuda Indonesia GIA 305 rute SUB-CGK turut masuk dalam daftar penerbangan yang mengalami pembatalan berdasarkan kondisi operasional saat itu.
“Daftar penerbangan terdampak tersebut berdasarkan kondisi operasional terkini yang terus kami pantau,” ujar Tohir.
Selain pembatalan, kondisi operasional juga membuat sejumlah penerbangan mengalami perubahan jadwal maupun status standby.
Garuda Indonesia GIA 305 rute SUB-CGK menjadi salah satu penerbangan yang mengalami perubahan waktu keberangkatan. Penerbangan tersebut sebelumnya dijadwalkan berangkat pukul 07.05 WIB, kemudian diubah menjadi pukul 10.15 WIB.
“Untuk GIA 305 dilakukan retime menjadi pukul 10.15 WIB,” katanya.
Garuda Indonesia GIA 323 rute SUB-CGK yang semula dijadwalkan berangkat pukul 08.20 WIB juga belum mendapatkan kepastian keberangkatan dan berstatus standby.
“GIA 323 saat ini berstatus standby dan terus kami pantau perkembangannya,” ujar Tohir.
Kondisi serupa terjadi pada penerbangan kedatangan Garuda Indonesia. GIA 304 rute CGK-SUB dengan jadwal tiba pukul 08.30 WIB dan GIA 302 rute CGK-SUB yang dijadwalkan tiba pukul 09.30 WIB masih berstatus standby.
“Penerbangan kedatangan tersebut juga masih berstatus standby menyesuaikan kondisi operasional,” katanya.
Pengelola Bandara Juanda terus memantau perkembangan situasi untuk menyesuaikan operasional penerbangan dengan kondisi terbaru.
“Bandara Internasional Juanda terus melakukan pemantauan serta koordinasi secara intensif bersama maskapai dan stakeholder terkait,” ujar Tohir.
Tohir menegaskan setiap penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi operasional penerbangan yang terdampak aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau.
“Kami memastikan penyesuaian operasional dapat ditangani dengan baik dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal,” kata Tohir.
Pengelola Bandara Juanda bersama seluruh pemangku kepentingan juga memastikan aspek keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas selama kondisi operasional belum sepenuhnya normal.
“Kami bersama seluruh stakeholder terkait berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa,” katanya.
Ia menambahkan, pihak bandara terus mengikuti perkembangan kondisi penerbangan dan melakukan penyesuaian sesuai situasi terbaru.
“Kami memastikan pelayanan tetap diberikan secara optimal selama berlangsungnya penyesuaian operasional penerbangan,” ujar Tohir.
