Caleg Aniaya Teman Satu Parpol hingga Dirawat di RS

M. Khaesar Januar Utomo
M. Khaesar Januar Utomo

Minggu, 21 April 2019 - 15:56

JATIMNET.COM, Surabaya – Calon anggota legislatif dari Partai Perindo Rudy Wibowo harus menjalani perawatan di RS Husada Utama setelah dianiaya rekannya, Peter Sosilo.

Kuasa hukum Rudy Wibowo, Venna Naftalia menceritakan kejadian itu terjadi pada Jumat, 19 April 2019. Saat itu Rudy Wibowo dipanggil Peter ke rumahnya di kawasan Wiyung.

“Rudy disuruh menandatangani surat perjanjian yang isinya seolah-olah klien saya mencuri suarat suara. Tapi korban tidak mau menandatanganinya,” ucapnya, Minggu, 21 April 2019.

Venna mengatakan jika korban enggan menandatangani lantaran bukan wewenangnya. Hal itu yang menyulut emosi Peter dan langsung memegangi korban dengan bantuan tiga orang lalu menghajar korban.

BACA JUGA: Bawaslu Surabaya Nilai Laporan Penggelembungan Suara Kurang Bukti

Tak hanya itu, Peter sempat mengambil pistol di dalam tas coklat, lalu memukulkan gagangnya ke kepala korban. Pukulan itu membuat luka robek di kepala korban. “Saking kerasnya membuat magazine pistol itu jatuh ke lantai,” ucap Venna.

Setelah itu, korban kembali dipukul menggunakan gagang sapu hingga patah selain itu korban juga dipukul di bagian hidung yang membuat hidungnya berdarah. Korban yang merasa tersudut langsung teriak minta tolong.

“Klien saya saat itu yang datang sama temannya tidak boleh masuk untuk menolong, hingga datangnya petugas keamanan perumahan," ucapnya.

BACA JUGA: Bawaslu Surabaya Selidiki TPS yang Berpotensi Lakukan Coblos Ulang

Venna mengatakan saat itu dirinya dan korban langsung ke Mapolrestabes Surabaya untuk melaporkan kasus tersebut. Namun karena kondisi korban, pemeriksaan itu hanya beberapa saat.

“Saat itu saya membawa korban ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif," jelasnya.

Venna menambahkan kondisi korban sampai saat ini masih terbaring di rumah sakit. Selain itu, luka di kepala korban mendapat beberapa jahitan. Pihaknya juga sudah melakukan visum sebagai kelengkapan laporan.

Sementara itu, saat mengkonfirmasi laporan tersebut ke Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran tidak ada tanggapan. Hal yang sama saat dikonfirmasi ke Kabag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Rety Husain enggan menanggapi hal tersebut.

Baca Juga

loading...