Bupati Banyuwangi Berbagi Pengalaman dengan 33 Diplomat Kemenlu

Ahmad Suudi

Selasa, 23 April 2019 - 12:16

JATIMNET.COM, Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membagikan pengalaman diplomasinya kepada 33 diplomat madya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dalam jamuan makan malam  di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Senin 22 April 2019. 

Salah satu yang diceritakannya, adalah diplomasi wisata untuk menjamu Duta Besar Amerika untuk Indonesia, dalam kunjungannya ke Bumi Blambangan.

Anas mengisahkan, awalnya Konsul Jenderal Amerika di Surabaya datang berkunjung ke Banyuwangi. Kemudian, kunjungan itu diikuti kedatangan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O Blake ke Banyuwangi.

Robert datang untuk merayakan Thanksgiving atau perayaan Hari Bersyukur Amerika di Banyuwangi, pada November 2014. Saat itu, Anas menjamu Robert menginap di Pendopo, dengan berbagai perlengkapan furnitur khas, sebagai tamu besar.

BACA JUGA: Pemandu Jatuh di Kawah Ijen, Bukti Kurangnya Pelatihan 

"Seneng dia tidur di kamar pendopo yang arsitekturnya seperti itu. Green House yang dirancang arsitek Adi Purnomo," kata Anas.

Green House yang dimaksudnya adalah bangunan beratap rerumputan Jepang beralas tanah. 

Jika dilihat dari atas, atap bangunan itu menyerupai bukit landai yang dipenuhi rumput hijau. Padahal, di dalamnya ada tujuh kamar yang tidak sembarangan orang boleh melihat.

Dia mengatakan, berkat hubungan baik yang sudah terjalin, Banyuwangi memiliki catatan tersendiri dalam pusat data jaringan duta besar Amerika di berbagai negara. 

BACA JUGA: Begini Markas Pengamen Banyuwangi saat Bersiap 'Tempur'

Bahkan pengurusan paspor ke Negeri Paman Sam itu, dikatakannya akan lebih cepat disetujui untuk warga Banyuwangi.

"Hasilnya kalau pejabat Banyuwangi ngurus paspor prosesnya cepat, dan berlaku untuk 5 tahun. Jadi hubungan baik itu penting," kata Anas menyimpulkan.

Direktur Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Kemlu Muhamad Aji Surya mengatakan, biasanya diplomat madya hanya belajar di kelas mendengarkan kuliah seorang pejabat atau tokoh. 

Namun, kali ini mereka yang telah 2,5 bulan menjalani pendidikan itu, didatangkan ke Banyuwangi untuk belajar promosi pariwisata.

BACA JUGA: Presiden JFC Dynand Fariz Wafat, Dikenal Desainer Dermawan Ilmu

"Mereka adalah pejabat-pejabat terbaik di level menengah di Kementerian Luar Negeri. Dan sekarang sedang mengasah diri, menimba ilmu pengetahuan, termasuk juga skill agar meningkat lebih baik lagi untuk bertugas untuk menjadi penjaga Indonesia di luar negeri," kata Aji.

Baca Juga

loading...