BRI Dorong Penyaluran KUR Sektor Produksi

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Minggu, 10 Februari 2019 - 08:56

JATIMNET.COM, Malang – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk berkomitmen mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat untuk sektor peternakan yang merupakan skema baru pemerintah.

“Kami berupaya menyukseskan program KUR Khusus Peternakan Rakyat sebagai bentuk komitmen untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan,” kata Direktur Mikro dan Kecil BRI Priyastomo di sela penyerahan secara simbolis pinjaman Rp 631 juta kepada enam peternak, Sabtu 9 Februari 2019.

BRI telah menyalurkan KUR Peternakan Rakyat sebesar Rp 4,2 triliun kepada lebih dari 190 ribu peternak sepanjang tahun 2018. Penyaluran terbesar di Jawa Tengah yang mencapai 24 persen, Jawa Timur 22 persen, Sulawesi Selatan 16 persen, dan Lampung 10 persen.

“Wilayah tersebut merupakan wilayah yang potensial dalam sektor peternakan,” kata Priyastomo.

BACA JUGA: Target Penyaluran KUR BRI Naik 19,4 Persen

KUR Khusus Peternakan Rakyat diluncurkan dalam rangka mendukung sektor produksi. Tak hanya itu, KUR ini merupakan salah satu bentuk dukungan pembiayaan kepada peternak untuk mengembangkan usahanya dengan pola khusus.

Skema tersebut berupa pemberian KUR kepada peternak yang mengelola usahanya secara bersama dalam kelompok atau klaster, dengan memiliki mitra sebagai off-taker atau penjamin pasar, sehingga peternak akan memiliki kepastian akses pemasaran.

Dengan diluncurkannya KUR Khusus Peternakan Rakyat, diharapkan membuka peluang peternak untuk mengakses permodalan dalam rangka mengembangkan usaha dan mendorong terbentuknya klaster-klaster usaha peternakan.

Sepanjang tahun 2018, BRI telah menyalurkan KUR mencapai Rp 80,2 triliun kepada lebih dari 3,9 juta debitur secara nasional. Dalam periode 2015-2018, jumlah KUR yang telah disalurkan BRI mencapai Rp 235,4 triliun kepada lebih dari 12,6 juta pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Penyaluran KUR dengan sistem subsidi yang diluncurkan sejak 2015 hingga 2018 telah menyentuh 13,8 juta debitur kepada sektor UMKM.

BACA JUGA: Pemerintah Siapkan Skema KUR Untuk Nelayan Dan Petani Garam

“Sejak diluncurkan pada 2015 hingga akhir tahun lalu, KUR sudah disalurkan kepada 13,8 juta pelaku UMKM dengan total akumulasi plafon Rp 333 triliun,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian Iskandar Simorangkir.

Sepanjang 2018 penyaluran KUR mencapai Rp 120,35 triliun, atau 97,2 persen dari target yang ditetapkan yakni Rp 123,801 triliun. Sementara target penyaluran KUR tahun ini ditetapkan sebesar Rp 140 triliun, yang diharapkan bisa dimanfaatkan sektor UMKM.

Sektor UMKM sebagai pengguna KUR dinilai mampu menjaga kualitas kredit tersebut yang tercermin dari tingkat Non Performing Loan (NPL/ kredit macet) pada tahun 2018, hanya satu persen.

Khusus di Jawa Timur, jumlah penyaluran KUR pada 2018 tercatat Rp 54,4 triliun, yang disalurkan kepada 2,6 juta debitur. Khusus untuk penyaluran KUR Peternak Rakyat mencapai Rp 3,1 triliun, untuk 175.489 debitur.

Baca Juga

loading...