BRG Dorong Ekspor Olahan Nanas dari Lahan Gambut

Rochman Arief

Senin, 8 April 2019 - 08:58

JATIMNET.COM, Pekanbaru – Badan Restorasi Gambut (BRG) mendorong pengolahan nanas yang saat ini berhasil dibudidayakan pada lahan gambut bekas terbakar di Desa Pagaruyung, Kecamatan Tapung, Kabupten Kampar, Provinsi Riau.

“Riau strategis karena dekat dengan beberapa negara tetangga. Buah-buahan dari Riau, seperti nanas telah dikenal di beberapa negara, dan berpotensi untuk diekspor. Tinggal dibenahi sistemnya,” kata Kepala BRG Nazir Foead, Senin 8 April 2019.

Dia menjelaskan potensi ekspor buah nanas yang kini terhampar di lahan gambut bekas terbakar seluas 300 hektare terbuka lebar. Nanas yang dibudidayakan masyarakat Desa Pagaruyung memiliki kelebihan pada kadar air dan rasa yang lebih manis.

BACA JUGA: Produsen Kopi Lokal Kewalahan Penuhi Permintaan Arabika Pasar Dunia

Bahkan, dia mengatakan Presiden Joko Widodo terkesan dengan buah nanas tersebut ketika pernah dibawa BRG ke Istana Merdeka, Jakarta.

“Buahnya sangat juicy. Bahkan Bapak Presiden (Joko Widodo) sempat kaget, buahnya kok manis sekali. Lalu saya bilang ini dari Riau," ujarnya.

Untuk itu, dia mengatakan BRG mendorong nanas serta produk turunannya yang kini diolah menjadi keripik dan dodol dapat menjadi produk andalan untuk diekspor.

Langkah pertama, nanas serta produk turunannya harus higienis dan terdaftar di Kementerian Kesehatan serta lolos uji Balai Pengawas Obat dan Makanan. “Harus higienis agar diterima pasar,” ujarnya.

BACA JUGA: Bromo Terus Erupsi, Petani Tengger Cemaskan Lahan Pertanian

BRG berupaya menjembatani petani nanas di Kampar dengan konsultan bisnis di Jakarta agar produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah.

“Dibutuhkan konsultan bisnis, kita juga sudah kontak di Jakarta ada grup besar yang sedang mengajak petani-petani berbagai daerah Indonesia. Mereka punya dapur yang sangat canggih untuk mengolahnya. Itu sudah kita mulai,” jelasnya.

BRG mengembangkan perkebunan nanas selus 300 hektare di areal gambut Desa Pagaruyung sejak 2016 lalu. Perkebunan nanas tersebut merupakan salah satu program pemulihan gambut melalui revitalisasi ekonomi masyarakat setempat.

Pada 2019 ini, program serupa terus diperluas selain restorasi gambut melalui program pembasahan (rewetting) dan revegetasi. (ant)

Baca Juga

loading...