BMKG: Gelombang di Perairan Selatan Jawa Bisa Mencapai Enam Meter

David Priyasidharta

Rabu, 12 Juni 2019 - 09:53

JATIMNET.COM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan adanya potensi gelombang tinggi pada Selasa 11 Juni 2019 hingga Jumat 14 Juni 2019 di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Ketinggian gelombang diperkirakan dapat mencapai hingga 6 meter.

“Peningkatan gelombang tinggi ini diakibatkan oleh pola sirkulasi di utara Laut Halmahera. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya berembus dari timur – tenggara dengan kecepatan 4 – 15 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya berembus dari timur – tenggara dengan kecepatan 4 – 25 knot,” bunyi siaran pers BMKG, Selasa 11 Juni 2019.

Beberapa wilayah perairan Indonesia berpeluang mengalami gelombang yang sangat tinggi yakni di kisaran 4 hingga 6 meter. Ini berpotensi terjadi di Perairan Barat Mentawai hingga Bengkulu, Perairan Barat Lampung.

BACA JUGA: Gelombang Tinggi, Keberangkatan Kapal di Pelabuhan Probolinggo Sempat Tertunda

Selain itu di Samudera Hindia Barat Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan P. Jawa hingga Lombok, Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Lombok juga memiliki potensi yang sama.

Sementara wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi kisaran 2,5 hingga 4 meter (tinggi), di antaranya Perairan Enggano – Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Banten hingga Sumbawa.

Potensi yang sama juga bisa dialami di perairan Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan P. Sumba – P. Sawu – P. Rotte, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT, Laut Timor selatan NTT, Perairan Timur Kep. Wakatobi, serta Perairan Selatan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar.

BACA JUGA: Kapal Diminta Hati-hati Arungi Gelombang Tinggi di Laut Jawa

Sementara itu, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan P. Enggano hingga selatan Jawa, P. Sawu – P. Rote, Laut Timor, Perairan Sulawesi Tenggara, Laut Banda, Perairan Kep. Sermata – Kep. Tanimbar, Perairan selatan Kep. Kei – Kep. Aru, Laut Arafuru, Perairan Yos Sudarso – Merauke. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

BMKG mengimbau pada masyarakat terutama nelayan untuk memperhatikan keselamatan pelayaran. Moda transportasi yang beresiko di antaranya adalah perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter).

Selain itu, kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter).

Baca Juga

loading...