JATIMNET.COM, Surabaya – Warga Surabaya yang belum memiliki formulir C6 tetap bisa mencoblos sebagai pemilih khusus. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya mensyaratkan pemilih khusus ini untuk menunjukkan KTP dengan alamat Surabaya jika hendak mencoblos.

“Dengan KTP itu maka dia akan dilayani di TPS tersebut sebagai pemilih khusus dan nyoblosnya dari jam 12.00-13.00 WIB,” kata Komisioner KPU Surabaya Divisi Teknis Penyelenggaraan Miftakhul Gufron di KPU Kota Surabaya, Selasa 16 April 2019.

Ia mengimbau pemilih khusus ini datang pada waktu yang sudah ditentukan, karena petugas tidak akan melayani di atas jam tersebut. Gufron menyampaikan penentuan jam ini karena petugas KPU harus melakukan pendataan dan melakukan pencocokan data kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

BACA JUGA: Ini Reward dari Unair untuk Mahasiswanya yang Tak Golput

Tujuannya untuk memastikan bahwa yang bersangkutan memang merupakan warga setempat. “Petugas ini yang tahu penduduk asli warganya, bisa melalui RT atau RW,” katanya.

Sementara itu, ihwal kelengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS), Ghufron menyampaikan sudah mecapai 100 persen pada Selasa 16 April 2019 dan posisinya sudah bergeser dari kecamatan ke kelurahan.

KPU, kata dia, sudah mengkoordinasikan ke seluruh jajaran baik di tingkat TPS, kelurahan dan kota. Sebanyak 8.146 TPS yang tersebar di 31 kecamatan di Kota Surabaya memiliki pertimbangan dan kebijakan masing-masing.

Untuk pergeseran dari kelurahan ke TPS dilakukan sejak H-1 hingga subuh oleh KPU. “Kami juga berusaha memonitor pendirian TPS di wilayah masing-masing. Petugas keamanan menjaga kondisi di saat pemungutan dan penghitungan suara di TPS, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait pemilu,” kata dia.

BACA JUGA: Berniat Urus Form A5, Ratusan Orang di Surabaya Kecele

Ia mengatakan persiapan yang dilakukan KPU saat ini berbeda dari pemilu sebelumnya, karena pada pemilu saat ini ada lima pilihan. Sehingga harus mendistribusikan logistik lebih awal.

Untuk proses pemungutan suara, warga bisa mulai mengantre mulai pukul 07.00 – 13.00 WIB. Sesuai dengan Pasal 46 Peraturan KPU No 9 tahun 2019, bahwa petugas KPPS akan melayani pemilih yang sudah terdaftar dalam daftar hadir.

Selain itu, ia menyampaikan, tugas KPPS akan melayani yang antre sampai pukul 13.00 WIB akan dilayani sampai selesai. “Di atas jam 13 yang antre harus diselesaikan, yang baru datang jam 13.00 WIB pasti tidak boleh. Kami punya petugas ketentuan TPS, akan memantau tegas,” kata Gufron.