Begini Saran Ecoton soal Penanganan Sampah Plastik

Khoirotul Lathifiyah

Jumat, 29 Maret 2019 - 12:13

JATIMNET.COM, Surabaya - Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menyarankan kepada seluruh masyarakat khususnya Kota Surabaya untuk lebih mengutamakan reduce (mengurangi) daripada recycle (daur ulang) sampah plastik.

"Jadi recycle itu hanya mengatasi setengah permasalahan, dan reduce bisa mengatasi semua permasalahan," kata Anggota Riset dan Edukasi Program Andreas Agus Kristanto Nugroho saat diwawancarai Jatimnet.com, Kamis 28 Maret 2019.

Menurut Andreas, daur ulang sampah seperti menjadikan bunga-bunga plastik, baju-baju plastik yang selama ini telah dilakukan, ternyata juga menimbulkan sampah baru jika sudah tidak digunakan.

BACA JUGA: Unair Ungkap Bahaya Pencemaran Mikroplastik di Kali Surabaya

Sedangkan pengurangan penggunaan plastik, kata dia, secara otomatis akan mengurangi kandungan microplastik yang ada di Sungai Surabaya karena semua elemen ikut menjaga kebersihan lingkungannya. "Mungkin beberapa masyarakat merasa tidak langsung membuang sampah ke sungai," katanya.

Namun bisa jadi, kata dia, plastik yang berasal dari tempat sampah terseret air hujan, tertiup angin ke sungai atau karena faktor lain. "Apalagi saat pembersihan bantaran sungai di Surabaya sering ditemukan sampah popok oleh pemerintahan," kata Andreas.

Menurutnya, setiap masyarakat harus mengolah sampah mereka masing-masing dengan mengutamakan reduce. Ia menjelaskan, ketika mindest masyarakat adalah recycle maka tidak akan menangani masalah sampah. "Jadi saya tawarkan 3R yakni Reduce, Reduce, Reduce," kata Andreas.

Ia juga menjelaskan jika bicara dari hulu ke hilir, 17 kabupaten kota di Jawa Timur harus bisa bersinergi untuk mengurangi sampah plastik. Menurutnya akan sama saja jika Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saja yang gencar membersihkan sungai, sedangkan kota di atasnya seperti Mojokerto, Sidoarjo, Gresik maupun wilayah lainnya tidak menjaga.

"Jadi berkoordinasi dengan kota-kota lainnya sangat dibutuhkan dalam hal ini," katanya.

BACA JUGA: Limbah 12 Industri Kertas di Jatim Mengandung Mikroplastik

Andreas berharap dengan mengetahui bahaya microplastik yang tercemar dalam sungai, pemerintah akan membuat regulasi yang bisa mendorong untuk berhemat plastik dalam kegiatan sehari-hari.

Seperti diketahui, penelitian yang dilakukan oleh Dosen dan Mahasiswa Unair selama dua minggu pada awal Maret 2019 menemukan penumpukan plastik di bantaran Sungai di Surabaya.

Penemuan ini berada di bantaran sungai mulai dari Wonokromo hingga Driyorejo. Tumpukan plastik tersebut diprediksi dapat terlepas ke badan air karena angin, dapat terdegradasi karena cahaya sehingga berubah menjadi mikroplastik yang mencemari air sungai.

Baca Juga

loading...