Begini Rasanya Streaming Pakai Jaringan 5G di Inggris

Ada lima wilayah di Inggris yang sudah dilayani jaringan 5G.
Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 31 Mei 2019 - 18:37

JATIMNET.COM, Surabaya – Perusahaan telekomunikasi digital EE merilis jaringan 5G pertama di Inggris. Teknologi jaringan terbaru itu, sementara bisa digunakan pelanggan EE di wilayah Belfast, Birmingham, Cardif, Edinburg, London, dan Manchester, dengan gawai yang mendukung.

Berikutnya, Vodafone dikabarkan segera merilis layanan 5G nya, beberapa pekan lagi.

Paket EE termurah dibanderol sebesar 54 pondsterling per bulan, plus 170 poundsterling untuk gawai tertentu.

Namun, harga itu hanya untuk 10 Gb data per bulan, yang bisa sangat cepat habis jika digunakan untuk mengunduh film dan gim, dikutip dari Bbc.com, Kamis 30 Mei 2019.

BACA JUGA: Ogah Dituduh Jadi Intel Cina, Huawei Tanda Tangani Perjanjian

Pada Kamis 30 Mei 2019 pagi, presenter Bbc Breakfast melakukan sairan langsung pertama kali menggunakan jaringan 5G.

Banyak saluran berita yang saat ini menggunakan lebih dari satu jaringan 4G, untuk kebutuhan streaming menggunakan seluler.

Namun, dengan jaringan 5G, koresponden teknologi Bbc, Rory Cellan-Jones, mampu siaran langsung dengan kualitas HD, hanya menggunakan satu kartu sim saja.

Jaringan 5G tidak hanya sekedar internet yang lebih cepat. Jaringan ini juga menawarkan tingkat keterlambatan atau delay , yang lebih rendah dibanding 4G: artinya, lebih sedikit delay antara mengirim permintaan dan mendapatkan respon.

BACA JUGA: Cina Bangun 7.000 Stasiun Pemancar 5G di Shenzen

Bagi Rory, teknologi ini berarti delay yang lebih pendek antara mendengar pertanyaan lewat earpice nya, dan meresponnya secara langsung di layar TV.

Satu halangan teknis menunda siaran Rory. Test transmisi telah mengambil data dalam kartu simnya, sehingga datanya butuh di top-up , sebelum bisa kembali mengudara di Bbc Breakfast.

Amankah jaringan 5G?

Sejumlah orang mempertanyakan tentang risiko kesehatan saat menggunakan jaringan 5G, namun para ahli dan pembuat aturan mengatakan belum ada bukti atas bahaya itu.

Ketakutan serupa juga ditunjukan di saat awal teknologi internet dan wi-fi muncul.

BACA JUGA: Huawei Kenalkan Teknologi 5G di Indonesia

Lebih dari 200 ilmuwan mengajukan banding ke Uni Eropa, untuk menunda keluarnya jaringan 5G, dengan mengatakan jika medan magnet mampu merusak manusia dan lingkungan, dan berpotensi meningkatkan risiko kanker.

Namun Uni Eropa mengatakan, paparan 5G akan jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Komisi Internasional atas Perlindungan Radiasi Non Ionisasi (ICNIRP).

“Belum ada bukti yang menyarankan jika gelombang elektro magnet dari ponsel dan jaringan seluler adalah buruk bagi kesehatanmu,” kata Porf Malcolm Sperrin, Direktur dari Departemen Medis Fisik dan Rekayasa Klinis dari Rumah Sakit Universitas Oxford NHS Trust.

Ia mengatakan, hubungan sebab akibat antara penggunaan ponsel dan kanker pada manusia belum terbukti.

BACA JUGA: Korsel dan AS Berebut Klaim Terdepan dalam Teknologi 5G

Teknologi 5G adalah baru namun para ahli percaya jika ia tidak memiliki risiko besar dibandingkan sistem ponsel yang lalu.

Baca Juga

loading...