Begini PPK Sukolilo Surabaya Memulai Rekapitulasi Suara Pemilu 2019

Khoirotul Lathifiyah

Jumat, 19 April 2019 - 21:15

JATIMNET.COM, Surabaya - Pemilihan Umum 2019 sampai pada tahapan penghitungan atau rekapitulasi suara di tingkat Kecamatan. Panitia Pemilihan Kecamatan menjadi pihak yang sangat disibukkan saat ini,

Di Kota Surabaya, PPK Sukolilo merupakan salah satu dari belasan PPK yang mulai melaksanakan rekapitulasi suara. Rekapitulasi suara oleh PPK Sukolilo baru dimulai sekitar pukul 15.00 WIB, molor dua jam dari yang sebelumnya dijadwalkan pukul 13.00 WIB.

"Kami mulai agak sore karena ada kendala dari KPPS, yakni pada proses pemungutan suara," kata Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat, SDM dan Keuangan PPK Kecamatan Sukolilo Desy Noor kepada Jatimnet.com, Jumat 19 April 2019.

BACA JUGA: Rekapitulasi Suara Tingkat PPK di Surabaya Sebagian Diundur

Ia mengatakan pemungutan suara dan pendistribusian logistik relatif lama karena ada lima kotak suara dalam pemilu ini. Ia menyampaikan timnya sudah kelelahan karena membutuhkan waktu lama untuk perekapan. Namun, baginya hal ini sebagai suatu pengabdian dan pasti ada suka dukanya.

"Yang jelas kami harus profesional dan bertanggung jawab. Karena ini tugas negara dan menentukan nasib bangsa," katanya.

Desy mengungkapkan masih ada satu TPS yang hasilnya belum dikirimkan ke kecamatan karena TPS tersebut masih harus melalui tahap administrasi dan pembuatan berita acara.

BACA JUGA: Bawaslu Jatim Temukan Indikasi Surat Tercoblos sebelum Pelaksanaan Pemilu

"Kecamatan Sukolilo belum 100 persen selesai karena masih pengumpulan kotak C1. Masih kurang satu, tapi hari ini harus clear semua. Masih ada waktu sampai sore," katanya.

Desy mengungkapkan kegiatan penghitungan suara ini relatif lama karena banyaknya Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Ia belum bisa menyebutkan jumlah DPTb karena masih belum terekap secara keseluruhan.

"Kami masih belum bisa menyampaikan, tapi untuk TPS-nya ada 322 dengan jumlah pemilih tetap sebanyak 37.613 jiwa," kata Desy.

BACA JUGA: Ketua PBNU Imbau Masyarakat Patuhi Konstitusi

Ia juga mengaku banyak anak muda atau generasi milenial yang protes di TPS selama kegiatan pemilu berlangsung karena tidak memiliki form pindah pilih (A5) sehingga tidak bisa mencoblos.

"Kurang lebih 100 anak muda yang datang. Mereka percaya pada berita hoaks, jika mereka bisa masuk dengan hanya dengan membawa KTP," kata dia.

Desy mengaku harus menjelaskan Peraturan KPU kepada mereka supaya dapat memahami situasinya.

Baca Juga

loading...