Bawaslu Kota Madiun Amankan Tabloid untuk Kampanye Capres

Nd. Nugroho

Selasa, 16 April 2019 - 20:38

JATIMNET.COM, Madiun – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Madiun menyita tabloid ‘Suara Indonesia Raya’ sebanyak 715 eksemplar. Tabloid itu diamankan dari sejumlah lokasi di tiga wilayah kecamatan di kota setempat, yakni Manguharjo, Kartoharjo, dan Taman pada masa tenang atau Senin 15 April 2019 malam.

Pada sampul depan tabloid edisi 6 April 2019 itu terpasang salah satu foto calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dengan ukuran satu halaman penuh. Di antara foto keduanya yang mengenakan jas berwarna hitam, berdasi, dan berkpoiah terdapat tulisan ‘Indonesia Menang’.

“Kami mendapatkannya tergeletak di depan warung yang sudah tutup, pos kamling, dan beberapa tempat lain,” kata Ketua Bawaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko, Selasa 16 April 2019.

Ia menyatakan, penyebaran tabloid tidak dibernarkan lantaran dilakukan pada masa tenang. Apalagi, di dalamnya memuat tentang visi dan misi serta hal positif dari salah satu calon presiden dan wakil presiden.

BACA JUGA: Bawaslu Jatim Benarkan Ada Temuan Politik Uang di Daerah

“Unsur kampanyenya masuk dan ini bertentangan dengan Pasal 492 Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum karena (penyebarannya) dilakukan di luar jadwal yang sudah ditetapkan,” Koko menjelaskan.

Namun, penindakan belum dapat dilakukan. Sebab, hingga kini pihak Bawaslu belum menemukan pihak penyebar tabloid yang dinyatakan sebagai media internal tim pemenangan capres-cawapres nomor urut 02. Saksi yang melihat penyebarannya juga belum diketahui.

Meski demikian, Bawaslu tetap menindaklanjuti temuan tabloid ‘Suara Indonesia Raya’.  Harryadin Mahardika, calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur 8 (Madiun, Nganjuk, Jombang, Mojokerto) yang menggunakan kendaraan politik partai Gerindra dipanggil ke Sekretariat Bawaslu.

BACA JUGA: Tangkap Pelaku Politik Uang, Bawaslu Ponorogo Sita Rp66 Juta

Menurut Kokok, pemanggilan dilakukan lantaran stempel dengan nama Harryadin tertera pada halaman depan tabloid tersebut. Namun, caleg yang bersangkutan mewakilkan kepada tim suksesnya, yakni Wawan Setyo Hadi.

Saat ditanya ihwal penyebaran tabloid berisi kampanye capres – cawapres bernomor urut 02, Kokok menyatakan, perwakilan calon legislatif itu menyangkal. “Dinyatakan kalau stempel itu tidak resmi (milik Harryadin Mahardika) karena yang dimiliki ada logo partainya,” ujar Kokok. Kini, Bawaslu masih mencari tahu pihak penyebar tabloid tersebut.

Sementara itu, Wawan Setyo Hadi, tidak bersedia memberi keterangan kepada wartawan. Saat keluar dari sekretariat dari Bawaslu Kota Madiun, ia hanya menyatakan jika kedatangannya lantaran diundang. “Untuk makan,” kata dia singkat sambil berusaha menghidupkan sepeda motornya yang terparkir di depan Bawaslu.

Baca Juga

loading...