Kamis, 27 August 2026 05:30 UTC

Asus mengelurkan laptop baru yang mendukung kegiatan bisnis lebih baik, Kamis, 27 Agustus 2026. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Surabaya – Laptop kerja kini tak sekadar digunakan untuk mengolah dokumen atau menjalankan aplikasi. Perangkat tersebut juga menjadi pintu masuk menuju sistem perusahaan, data pelanggan hingga informasi internal.
Kondisi ini membuat keamanan perangkat menjadi bagian penting dalam pengelolaan teknologi informasi, terutama bagi perusahaan yang menerapkan pola kerja dengan mobilitas tinggi.
Hal tersebut turut menjadi perhatian dalam pengembangan laptop bisnis ASUS ExpertBook P5 G2. Perangkat ini membawa sejumlah fitur keamanan yang mencakup perlindungan pada perangkat keras, BIOS, firmware hingga sistem operasi.
"Kami ingin ExpertBook P5 G2 tidak hanya unggul di atas kertas, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam aktivitas kerja sehari-hari para profesional dan pemimpin bisnis di Indonesia," kata Eric, Kamis, 27 Agustus 2026.
Salah satu fitur yang diusung adalah ASUS ExpertGuardian. Sistem tersebut dirancang memberikan perlindungan berlapis mulai dari perangkat keras, BIOS hingga firmware.
ExpertBook P5 G2 juga didukung Windows 11 Secured-core PC untuk memperkuat keamanan sejak proses awal perangkat dinyalakan. Sementara BIOS perangkat disiapkan mengacu pada standar NIST SP 800-155 terkait pengelolaan keamanan firmware.
Menurut Eric, perlindungan berlapis diperlukan karena ancaman terhadap perangkat kerja tidak hanya berasal dari aktivitas internet, tetapi juga dapat muncul dari sisi perangkat itu sendiri.
"Keamanan perangkat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebutuhan kerja profesional, khususnya ketika laptop digunakan untuk mengakses sistem dan informasi perusahaan dari berbagai lokasi," ujarnya.
Dari sisi akses dan privasi, ExpertBook P5 G2 dilengkapi Trusted Platform Module (TPM) 2.0 yang mendukung pengamanan informasi dan proses autentikasi.
Perangkat ini juga memiliki sensor sidik jari untuk mengaitkan akses laptop dengan identitas pengguna. Sementara kamera dilengkapi penutup fisik yang dapat digunakan ketika webcam tidak sedang digunakan.
Fitur tersebut dinilai relevan bagi pekerja yang menggunakan laptop di ruang terbuka, kantor bersama maupun saat melakukan perjalanan dinas.
"Dalam aktivitas kerja dengan mobilitas tinggi, pengguna perlu memiliki kendali terhadap akses ke perangkat sekaligus fitur yang berkaitan dengan privasi," kata Eric.
Perbarui Keamanan hingga Lima Tahun
Keamanan perangkat juga menjadi perhatian dalam pengelolaan laptop perusahaan dalam jumlah besar. Kehilangan satu perangkat dapat menimbulkan risiko apabila laptop tersebut digunakan untuk menyimpan atau mengakses informasi perusahaan.
Karena itu, mekanisme seperti TPM 2.0, autentikasi biometrik, Secured-core PC dan perlindungan BIOS dapat menjadi bagian dari strategi keamanan perangkat.
Eric mengatakan perusahaan juga perlu mempertimbangkan keamanan perangkat dalam jangka panjang, bukan hanya ketika laptop pertama kali digunakan.
"Perangkat kerja memiliki masa penggunaan yang cukup panjang. Karena itu, aspek keamanan perlu dipertimbangkan sejak awal hingga perangkat memasuki masa akhir penggunaannya," ujarnya.
ASUS menyatakan memberikan komitmen pembaruan firmware selama lima tahun untuk ExpertBook P5 G2. Pembaruan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga integritas sistem selama perangkat digunakan.
Bagi tim teknologi informasi, keberlanjutan pembaruan firmware menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan perangkat kerja. Sebab, keamanan sistem perlu terus dijaga selama perangkat masih digunakan.
"Kebutuhan perusahaan bukan hanya perangkat yang bisa digunakan hari ini, tetapi juga perangkat yang tetap dapat dikelola dan dipelihara selama masa penggunaannya," kata Eric.
Selain fitur keamanan, ASUS menyediakan layanan purnajual untuk pengguna ExpertBook P Series. Layanan tersebut meliputi 5 Business Day Service, dukungan teknisi di lokasi atau on-site service, serta full part warranty yang mencakup baterai dan adaptor selama masa garansi laptop.
ASUS juga menawarkan garansi hingga tiga tahun yang dilengkapi layanan storage retention. Layanan ini memungkinkan data pada media penyimpanan tetap berada di tangan pengguna ketika perangkat harus menjalani proses perbaikan.
"Aspek layanan juga menjadi bagian dari kebutuhan perusahaan karena perangkat kerja yang bermasalah dapat berdampak langsung terhadap aktivitas operasional," ujar Eric.
Dengan berbagai fitur tersebut, laptop bisnis kini tidak hanya dituntut memiliki performa tinggi. Keamanan, privasi, kemampuan pengelolaan, pembaruan firmware hingga layanan purnajual juga menjadi bagian dari pertimbangan perusahaan.
ExpertBook P5 G2 membawa pendekatan tersebut melalui kombinasi perlindungan perangkat keras, firmware, sistem operasi dan autentikasi pengguna.
Eric menegaskan kebutuhan setiap perusahaan tetap berbeda. Karena itu, pemilihan perangkat perlu disesuaikan dengan pola kerja, tingkat mobilitas serta sistem teknologi yang diterapkan.
"Pada akhirnya, perangkat yang digunakan perusahaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional, tingkat mobilitas dan bagaimana organisasi mengelola keamanan datanya," katanya.
