Selasa, 04 January 2022 09:40 UTC

ANTISIPASI OMICRON. Ruang rawat inap di Puskesmas Kedundung, Kota Mojokerto, yang disiapkan untuk pasien Covid-19 varian Omicron, Selasa, 4 Januari 2022. Foto: Karina Norhadini
JATIMNET.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mengambil langkah antisipasi jika nantinya ada warga yang terkena varian baru virus Covid-19 itu. Sebab, kasus pertama varian Omicron ditemukan di Jawa Timur (Jatim).
Upaya antisipasi ini perlu dilakukan, apalagi Kota Mojokerto termasuk dalam kawasan Gerbang Kertosusila atau singkatan dari Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan. Banyak warga Kota Mojokerto yang setiap hari hilir mudik dan melakukan aktivitas di Surabaya.
Tempat-tempat isolasi khusus sudah disiapkan dengan mengoptimalkan keberadaan ruang rawat inap di sejumlah Puskesmas di Kota Mojokerto, di antaranya Puskesmas Kedundung, Kecamatan Magersari dan Puskesmas Blooto, Kecamatan Prajuritkulon.
BACA JUGA: Dua Warga Surabaya Dikabarkan Terdeteksi Varian Omicron
Kepala Puskesmas Kedundung Heti Nira mengungkapkan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah fasilitas sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 varian Omicron antara lain empat kamar rawat inap untuk delapan pasien, satu ruangan untuk transit pasien, dan delapan tenaga kesehatan.
"Kita siapkan juga ruang ganti bersih, ruang KKD. Untuk ruang rawat inap ada 10 bed. Yang bisa difungsikan nanti delapan bed untuk perawatan, dua bed untuk transit pasien," katanya.
Terpisah, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan sejauh ini ada dua puskemas dan satu rumah sakit yang sudah disiapkan untuk tempat isolasi terpusat (isoter) bila nantinya ditemukan warga terinfeksi virus Omicron.
BACA JUGA: Mengenal Varian Omicron Tentang Cara Gejala dan Pencegahan
"Kita maksimalkan puskesmas rawat inap itu kalau memang nanti dibutuhkan, tapi kita optimis kalau untuk warga Mojokerto bisa tertangani dengan baik. Karena belajar dari sebelumnya Kota Mojokerto ini pengendalian Covidnya baik," katanya.
Sedangkan untuk Rusunawa Cinde yang sempat digunakan untuk isolasi Covid-19 tidak akan difungsikan terlebih dahulu. Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini menyatakan untuk sementara isoter untuk pasien Omicron berada di tiga faskes tersebut.
"Karena begini, RS kita masih tersedia bed, kemudian yang kedua puskemas-puskesmas. Tapi isoter ada kita maksimalkan puskesmas dan RS dulu," ucap Ning Ita.
Untuk diketahui, kasus pertama varian virus Covid-19 Omicron ditemukan di Jawa Timur. Seorang warga Surabaya berinisial TYC dinyatakan positif Omicron setelah berlibur ke salah satu tempat wisata di Indonesia selama lima hari bersama suaminya yang berinisial SJJ menggunakan kendaraan pribadi.
