Logo

Antisipasi Kejahatan Jalanan saat Lebaran, Polisi Minta Jasa Penukar Uang Lebih Berhati-hati

Reporter:,Editor:

Jumat, 07 May 2021 07:40 UTC

Antisipasi Kejahatan Jalanan saat Lebaran, Polisi Minta Jasa Penukar Uang Lebih Berhati-hati

Antisipasi peredaran uang palsu saat Hari Raya Idulfitri di Kota Mojokerto, Sat. Sabhara Polresta Mojokerto melakukan pengecekkan penukaran uang di sepanjang Jalan Achmad Yani, Kota Mojokerto, Jumat, 7 Mei 2021. Foto: Karin

JATIMNET.COM, Mojokerto - Antisipasi peredaran uang palsu saat Hari Raya Idulfitri di Kota Mojokerto, Sat. Sabhara Polresta Mojokerto melakukan pengecekkan penukaran uang di sepanjang Jalan Achmad Yani, Kota Mojokerto, Jumat, 7 Mei 2021.

Nampak, puluhan pedagang dadakan ini meletakkan sejumlah uang dengan nominal terendah Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, dan edisi khusus Rp 75.000 di papan yang terbuat dari kayu tanpa ada pengaman.

Sesekali para pedagang musiman ini juga memegang lembaran uang kertas dengan tangan terbuka. Hal, ini membuat polisi harus melakukan pemantauan rutin agar keamanan tetap berjalan kondusif.

Kasat Sabhara Polresta Mojokerto AKP Wiwin Rusli menjelaskan, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kriminalitas jalanan menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriyah nanti. Utamanya di lokasi dadakan jasa penukaran uang baru yang berada di pinggir jalan protokol Kota Mojokerto.

Baca Juga: BI Jatim Siapkan Rp 11,5 Triliun, Tapi Tak Ada Penukaran Uang Keliling

"Jalur depan Kantor Pemkab Mojokerto inikan ramai pedagang penukaran jasa uang baru, kita edukasi untuk lebih hati-hati terhadap peredaran upal yang rentan terjadi. Utamanya, menjelang hari raya ini," tegas Rusli usai melakukan pengecekkan bersama belasan anggotanya.

Rusli meminta, agar para penyedia jasa penukaran uang baru ini lebih berhati-hati lagi dalam melakukan jual beli di jalanan. Lanjut ia, kerawanan kriminalitas jauh lebih tinggi, ketimbang di lakukan di dalam ruangan.

"Harus lebih hati-hati lagi, terkait dengan kriminalitas. Apalagi tadi uang satu gebok gitu dibiarkan di taruh di atas kursi, rentan memancing tindak kriminal," bebernya.

Selain itu, perwira dengan tiga balok di pundaknya ini melakukan pengecekkan toko-toko emas agar lebih waspada terhadap maraknya kriminalitas jalanan jelang lebaran. "Para pemilik toko-toko emas di Jalan Majapahit juga sudah kita himbau untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam melayani jual beli emas di tokonya masing-masing," tegasnya.

Baca Juga: Penukaran Uang Baru Tidak Lagi Terpusat di Kantor Bank Indonesia

Tak hanya itu, sejumlah ruas jalan protokol Kota Onde-onde juga disisir dilakukan pemantauan antisipasi terkait kemacetan. Terlebih mudik tidak diperbolehkan, sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 tak lagi kembali meningkat.

Sementara, salah satu penyedia jasa penukaran uang baru Untung Sitanggang, mengaku jika tahun ini transaksi penukaran sangat sepi peminat. Bahkan, sepekan jelang Hari Raya Idul Fitri setiap harinya hanya mendapat pelanggan tujuh sampai sepuluh orang.

"Boleh dibilang penjualan sepi, gak seperti sebelum pandemi ada. Malah tahun lalu sama sekali tidak jualan kami," keluhnya yang sudah sejak tahun 2012 jadi penjual musiman.