Rabu, 15 April 2026 07:36 UTC

Tim gabungan dari PMI dan BPBD sedang mengevakuasi seorang pekerja bangunan yang meninggal dunia akibat tersetrum saat turut merenovasi rumah di Perumahan Mutiara Garden, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Rabu pagi, 15 April 2026. Foto: Hasan.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Pekerja bangunan kembali menjadi korban sengatan listrik saat menjalankan aktivitasnya di Kabupaten Mojokerto.
Kali ini, Sarimulyo, warga Desa Jatiwetan meregang nyawa akibat tersetrum saat turut merenovasi rumah di Perumahan Mutiara Garden, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Rabu pagi, 15 April 2026.
Saat kejadian, korban bersama beberapa rekannya tengah melakukan pekerjaan perbaikan pada bagian atap rumah.
Anam, rekan korban sekaligus saksi mata menjelaskan bahwa insiden itu terjadi ketika para pekerja sedang mengangkat material berupa besi galvanis ke atas bangunan.
BACA: Tersetrum Saat Benahi Genteng, Tukang Bangunan Menderita Luka Bakar
Tanpa disadari, material tersebut menyentuh kabel listrik yang berada di sekitar lokasi. “Pas menaikkan material atap, tersenggol kabel listrik. Korban sempat teriak ‘tersetrum’,” ujarnya.
“Saya kira tidak apa-apa. Jadi, tidak berani menolong dan menunggu petugas PMI datang,” ungkapnya.
Dalam proyek tersebut terdapat empat orang pekerja dengan pembagian tugas berbeda. Satu orang berada di atas atap, dua orang di bagian tengah.
Selain itu, seorang lainnya berada di bawah untuk menyiapkan bahan bangunan. Adapun korban berada di posisi paling atas dan menjadi satu-satunya yang terdampak sengatan listrik. “Yang tersengat listrik itu yang di atas. Kondisinya langsung meninggal dunia,” tambahnya.
BACA: Diduga Tersetrum Saat Memperbaiki Atap, Seorang Pekerja Merengang Nyawa
Evakuasi jenazah berlangsung cukup sulit. Sebab, posisi korban berada di atap lantai dua rumah di Perumahan Mutiara Garden Blok C5.
Petugas gabungan dari PMI Kota dan Kabupaten Mojokerto bersama Damkar BPBD Mojokerto dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Proses evakuasi dilakukan dengan membungkus jenazah menggunakan kantong mayat dan diikat memakai tali tambang. Selanjutnya, jenazah dipindahkan ke atap lantai satu sebelum dimasukkan melalui jendela kamar di lantai dua.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Wahidin Sudiro Husodo. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan telah memasang garis polisi di area kejadian.
