Minggu, 26 April 2026 14:00 UTC

Relawan gabungan se-Mojokerto saat membenahi tumpukan sekam sebagai dinding pengamanan di kawasan rest area Sendi, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu, 27 April 2026. Foto: Relawan FPRB.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Revitalisasi benteng pengaman di kawasan rest area turunan AMD Sendi jalur alternatif Mojokerto - Batu kembali dilaksanakan oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto, Minggu, 26 April 2026.
Kali ini, sebanyak 350 karung sekam disiapkan untuk memperkuat benteng pengaman yang mulai mengalami kerusakan. Sebab, berulang kali menahan kendaraan yang kehilangan kendali saat melintasi jalur ekstrem tersebut.
Dengan revitalisasi, fungsi penyelamatan bagi pengendara kendaraan bermotor yang melintasi jalur Pacet-Cangar dengan dominasi turunan tajam diharapkan bisa tetap kokoh.
BACA: Rem Blong di Jalur Pacet, Sekeluarga Terpental Usai Tabrak Karung Sekam
Ketua PC LPBI-NU yang tergabung dalam FPRB Kabupaten Mojokerto, Saiful Anam menjelaskan bahwa pembaruan jalur penyelamat ini menjadi langkah penting agar fungsinya tetap maksimal.
"Sekam yang ada, kami urai dan dimasukkan ke sak baru dengan jumlah sebanyak 350 sak," ujar Anam di lokasi revitalisasi dinding penyelamat turunan AMD Sendi 1.
Menurutnya, revitalisasi secara manual ini diawali dengan memilah karung sekam lama yang rusak. Lalu, sekam padi dipindahkan pada karung baru untuk memperkuat struktur benteng pengaman.
Kemudian, sak berisi sekam padi itu ditata ulang dengan panjang sekitar 30 meter dan ketinggian antara 1,5 – 1,8 meter.
BACA: Minimalisasi Korban Lakalantas, ‘Benteng Sekam’ di Cangar–Pacet Direvitalisasi
Anam menyebutkan, karung baru yang digunakan dalam revitalisasi tersebut merupakan bantuan dari BPBD Kabupaten Mojokerto dan UPT PJJ Mojokerto DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026. Revitalisasi itu diharapkan agar jalur penyelamat tetap siap digunakan sewaktu-waktu dalam kondisi darurat.
"Jalur penyelamat Pacet-Cangar kondisi sudah baik, semoga dapat berfungsi optimal sebagai benteng penyelamat," ungkapnya.
Anam juga berharap agar para pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi di jalur ekstrem tersebut. Terutama, bagi para pengendara yang melaju dari arah Cangar menuju Pacet. Sebab, kondisi medannya berupa turunan curam.
BACA: Satu Korban Kecelakaan Mobil Rem Blong di Jalur Cangar-Pacet Meninggal Dunia
Medan yang ekstrem di kawasan tersebut kerap menjadi penyebab utama kecelakaan akibat sistem pengereman yang tidak berfungsi optimal.
"Prinsipnya fungsi benteng sekam mengurangi risiko fatalitas kecelakaan akibat rem blong," pungkas Anam.
Sementara itu, salah seorang pengguna jalan, Devi, 28 tahun, menilai keberadaan jalur penyelamat sangat penting sebagai langkah terakhir untuk menyelamatkan pengendara dari risiko kecelakaan yang lebih parah.
"Kegiatannya bagus mempertebal dinding sekam, fungsinya pengendara motor atau mobil yang rem blong sehingga tidak sampai alami luka fatal dengan adanya jalur penyelamat tersebut," ujarnya.
