Senin, 23 March 2026 09:30 UTC

Proses evakuasi korban kecelakaan tunggal di turunan jalan raya Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin siang, 23 Maret 2026. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Mojokerto – Kecelakaan tunggal menimpa tiga pemudik yang menumpang satu sepeda motor di turunan jalan raya wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin siang, 23 Maret 2026.
Tiga pemudik itu masih satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak laki-laki. Ketiganya mengalami luka ringan setelah sepeda motor Yamaha NMAX yang ditumpangi menghantam tumpukan karung sekam di lokasi kejadian.
"Motor berpenumpang satu keluarga, ayah dan ibu beserta anak laki-laki, informasi awal kendaraan mengalami gagal rem (rem blong) sehingga mengalami kecelakaan di jalur penyelamat," kata Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Muhammad Yogie Pratama.
Tidak hanya itu, para korban juga terpental hingga sekitar empat meter melewati jalur penyelamat jalur tersebut.
"Ketiga korban dalam kondisi sadar, mengalami luka ringan dievakuasi ke rumah sakit guna secepatnya mendapat perawatan medis," jelasnya.
Lebih lanjut Yogie menjelaskan bahwa dugaan rem blong diketahui saat sepeda motor bernomor polisi S 4632 SQ melintasi jalur turunan.
BACA: Minimalisasi Korban Lakalantas, ‘Benteng Sekam’ di Cangar–Pacet Direvitalisasi
Dalam situasi darurat, pengendara diketahui mengarahkan laju motor ke jalur penyelamat Sendi. Sayangnya, kecepatan kendaraan yang sudah tidak terkendali dan terus meluncur di turunan hingga menabrak tumpukan karung sekam.
Mengetahui kejadian tersebut, aparat kepolisian bersama relawan yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan kepada para korban yang terjatuh semak-semak.
Selanjutnya, ketiga korban dievakuasi menggunakan ambulans dari Puskesmas Pandanarum dan dibawa ke Rumah Sakit Sumberglagah guna mendapatkan perawatan medis.
Yogie juga mengimbau para pemudik yang melintas di jalur Mojokerto–Batu agar tidak memaksakan perjalanan, terutama di jalur dengan kontur ekstrem.
Ia menyarankan pengendara untuk memanfaatkan rest area yang tersedia guna beristirahat sekaligus memastikan kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman tetap optimal.
Yogie menegaskan bahwa jalur tersebut memiliki risiko tinggi jika dilalui tanpa persiapan yang matang.
"Pengunjung agar lebih berhati-hati ketika melewati jalur ini terutama dari Kota Batu menuju Mojokerto via Pacet," pungkasnya.
