Angin Kencang Tumbangkan Pepohonan di  Pamekasan

Rochman Arief

Minggu, 24 Maret 2019 - 18:20

JATIMNET.COM, Pamekasan – Hujan deras disertai angin kencang merobohkan pepohonan dan memutus aliran listrik di sejumlah kecamatan di Pamekasan, Minggu 24 Maret 2019.

Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Pemkab Pamekasan Budi Cahyono, menyatakan pepohonan yang tumbang disebabkan hujan deras disertai angin kencang itu di wilayah utara Pamekasan.

“Lokasinya di Kecamatan Waru, dan saat ini tim BPBD Pemkab Pamekasan sudah berada di lokasi kejadian, untuk mengevakuasi pohon yang roboh dan melintang di jalan raya,” kata Budi.

Budi menjelaskan, akibat kejadian itu, arus lalu lintas penghubung antar kecamatan di Waru terganggu. Terutama kendaraan roda empat, karena pohon yang roboh menutup lebih dari separuh badan jalan.

BACA JUGA: Tim Gabungan Kerahkan Alat Berat Bersihkan Pohon Tumbang

“Laporan korban jiwa sejauh ini tidak ada, hanya pepohonan saja, karena lokasi kejadian jauh dari perkampungan warga," katanya, menjelaskan.

Selain merobohkan pepohonan, hujan deras disertai angin kencang itu, juga memutus jaringan listrik di beberapa kecamatan. Diantaranya di Kecamatan Galis, Kecamatan Pademawu, Pamekasan dan sebagian di Kecamatan Larangan.

Saat ini, petugas PLN Pamekasan masih melakukan perbaikan dengan menerjunkan petugas ke tiga kecamatan itu.

BACA JUGA: Pohon Tumbang di Kediri Tewaskan Penumpang Mobil

Sementara itu, Koordinator TRC BPBD Pamekasan Budi Cahyono menjelaskan, berdasarkan prakiraan dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surabaya, cuaca ekstrim hujan deras disertai angin kencang diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam dua hari ke depan.

"Kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan waspada,” ujar Budi.

Berdasarkan data BPBD Pemkab Pamekasan, total jumlah bangunan rusak akibat angin kencang yang melanda Pamekasan sebanyak 63 unit bangunan. Adapun jumlah bangunan rusak lebih banyak dari hasil pendataan sebelumnya, yang menyebutkan hanya 52 bangunan.

BACA JUGA: Pohon Tumbang, Jalur Selatan Lumajang-Malang Lumpuh

Budi menjelaskan, jenis bangunan yang rusak itu berupa rumah, dapur dan tempat ibadah, tersebar di delapan desa di tiga kecamatan.

Masing-masing di Desa Ceguk, dan Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan; Desa Sopaah, Buddih, Jarin, Baddurih dan Desa Pegagan, Kecamatan Pademawu; dan Desa Panaguan, Kecamatan Larangan.

Begitu juga dengan Desa Ceguk jumlah bangunan rusak sebanyak 19 unit, di Desa Sopaah tiga unit, di Desa Buddih enam unit, Desa Jarin tujuh unit dan di Desa Pegagan tiga unit.

Selanjutnya di Desa Panaguan, Kecamatan Larangan sebanyak 19 unit, dan tiga lagi di Desa Sopaah, Kecamatan Pademawu tiga unit, Desa Larangan Tokol tujuh unit dan di Desa Baddurih satu unit. (ant)

Baca Juga

loading...