Logo

Anggota DPRD Jatim Minta Warga Tunggu Hasil Penelitian Sumur Berminyak di Bangkalan

Reporter:,Editor:

Selasa, 20 January 2026 06:00 UTC

Anggota DPRD Jatim Minta Warga Tunggu Hasil Penelitian Sumur Berminyak di Bangkalan

Anggota DPRD Jawa Timur Abdul Halim saat diwawancarai di gedung DPRD Jatim, Selasa, 20 Januari 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya – Temuan sumur yang diduga mengandung air bercampur minyak di Desa Klampis, Bangkalan mendapat tanggapan dari Abdul Halim, anggota Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Ia mengapresiasi langkah cepat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Java Nusa yang telah menurunkan tim ke lokasi sumur.

Tujuannya, mengecek dan mengambil sampel untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. “Kami mengapresiasi langkah dari ESDM Provinsi Jawa Timur dan SKK Migas Java Nusa yang langsung turun ke lokasi, mengambil sampel, dan akan melakukan penelitian lebih lanjut. Ini langkah yang sangat baik dan strategis,” kata Abdul Halim, Selasa, 20 Januari 2026.

Ia mengimbau warga agar tidak menggunakan air dari sumur tersebut untuk sementara waktu juga merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam melindungi keselamatan warga.

BACA: Titik Semburan Minyak di Kutisari Bekas Lahan Sumur Lantung

Abdul Halim menjelaskan, secara geografis lokasi temuan sumur di Desa Klampis memang tidak jauh dari area eksploitasi minyak dan gas West Madura Offshore (WMO).

Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan adanya kandungan minyak pada area tersebut, meskipun kepastiannya tetap harus menunggu hasil uji laboratorium.

“Posisi Desa Klampis itu kan memang dekat dengan wilayah eksploitasi migas West Madura Offshore. Jadi, kemungkinan bisa saja area tersebut mengandung campuran minyak. Tapi, kita tidak bisa berspekulasi, semuanya harus menunggu hasil uji lab,” jelas politikus dari Partai Gerindra ini.

Ia juga meminta warga untuk tetap tenang dan bersabar hingga hasil penelitian resmi diumumkan oleh pihak berwenang. Abdul Halim menekankan pentingnya menghindari tindakan ceroboh yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun masyarakat sekitar.

“Kami berharap masyarakat bisa sabar menunggu hasil uji laboratorium dari ESDM dan SKK Migas. Jangan sampai ada tindakan-tindakan yang ceroboh atau justru membahayakan masyarakat lainnya,” katanya.

BACA: Pemkot Surabaya Terus Pantau Semburan Minyak di Kutisari

Lebih lanjut, Abdul Halim menilai langkah-langkah yang telah diambil oleh SKK Migas dan ESDM sudah berada di jalur yang tepat dan patut didukung semua pihak. Ia berharap hasil uji laboratorium dapat segera diselesaikan dan dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat.

“Setelah hasilnya keluar dan dipublikasikan, baru kemudian bisa ditentukan langkah-langkah lanjutan apa yang harus diambil. Prinsipnya kami di DPRD Jatim mendukung penuh upaya ini,” pungkasnya.