Logo

Anggota DPRD Jatim Ajak Civitas Akademika Kawal Asta Cita Pendidikan

Reporter:,Editor:

Kamis, 30 April 2026 01:00 UTC

Anggota DPRD Jatim Ajak Civitas Akademika Kawal Asta Cita Pendidikan

Pembicara dan peserta seminar dan diskusi nasional di Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah (STTIAA) Trawas, Mojokerto sedang berfoto bersama di sela acara, Rabu, 29 April 2026. Foto: Karina.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Civitas akademika pendidikan Kristen di Indonesia dinilai memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah, khususnya pada sektor pendidikan.

Oleh karena itu, keberadannya perlu diperkuat untuk mengawal kebijakan pendidikan agar tepat sasaran. Mulai dari pendidikan karakter, peningkatan literasi kebangsaan dan toleransi, membangun kolaborasi antara sekolah, gereja, kampus, dan masyarakat.

“Pendidik memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sosial sekaligus mitra pemerintah dalam menyukseskan program pendidikan,” ujar anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) Sumardi, Rabu, 29 April 2026.

Ia menyatakannya saat menjadi pembicara dalam seminar dan diskusi nasional yang digelar Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah (STTIAA) di Trawas, Mojokerto.

Oleh karena itu, politikus Partai Golkar itu mengajak civitas akademika pendidikan Krisen aktif mengawal sektor pendidikan, yang menjadi bagian dari Asta Cita.

“Sebagai elemen strategis bangsa, saya mengajak kita semua untuk bersama-sama mengawal Asta Cita Keempat di bidang pendidikan, khususnya program prioritas yang sedang berjalan, secara kritis dan konstruktif,” ujar anggota Komisi A Jatim itu di hadapan 200-an peserta yang mengikuti seminar dan diskusi nasional secara daring maupun luring.

Cak Sumardi, sapaan akrab Sumardi menjelaskan, pengawalan kebijakan tidak cukup hanya dalam bentuk wacana, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret.

Di antaranya dengan terlibat aktif dalam program pendidikan yang tertuang dalam RPJMN, melakukan pengawasan kebijakan, serta membangun kesadaran sosial di tengah masyarakat.

Pria yang juga dikenal sebagai Ketua organisasi advokat di Jatim ini menegaskan, masyarakat bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang memiliki peran penting dalam menentukan arah dan keberhasilan pendidikan nasional.

Dalam suasana dialog yang interaktif, ia juga memberikan motivasi kepada peserta agar aktif mengambil peran dalam pembangunan bangsa melalui dunia pendidikan.

Sementara itu, Ketua STTIAA, Dr. Thinna Woenardi, S.Th., M.Pd., menyampaikan bahwa seminar ini digelar sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat peran civitas akademika pendidikan Kristen dalam mendukung program pemerintah.

“STT IAA rindu mengambil bagian dalam membekali civitas akademika agar dapat berkontribusi dalam menyukseskan Asta Cita di bidang pendidikan. Materi dari Pak Sumardi sangat berharga,” ujarnya.

Pembicara kedua, Immanuel Yosua Tjiptosoewarno, S.Th., M.A.C.E., M.I.Kom., M.H., memperkaya diskusi melalui pendekatan teologis. Ia mengutip Yeremia 29:7 dan Roma 13 untuk menegaskan pentingnya peran umat dalam membangun kesejahteraan masyarakat serta relasi dengan negara.

Ia juga mengaitkan pandangannya dengan pemikiran tokoh seperti Aurelius Augustinus dan John Calvin, yang menempatkan partisipasi aktif sebagai bagian dari tanggung jawab iman dalam kehidupan berbangsa.

Kaprodi PAK STTIAA, Dr. Rosnila Hura, M.Pd.K., menyebut peserta berasal dari berbagai provinsi, mulai dari Papua, Kalimantan, Sumatera, Aceh, Sulawesi, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Bali, Nusa Tenggara hingga Jawa.