Logo

Jalur STEM, Beasiswa Santri Jatim 2026 untuk Cetak Profesional Berbasis Pesantren

Reporter:,Editor:

Rabu, 10 June 2026 08:56 UTC

Jalur STEM, Beasiswa Santri Jatim 2026 untuk Cetak Profesional Berbasis Pesantren

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mulai meluncurkan beasiswa untuk santri yang hendak melanjutkan kuliah, Rabu, 10 Juni 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi kalangan santri melalui berbagai program beasiswa yang menyasar lulusan pondok pesantren. Pada 2026, pemerintah daerah menyediakan total 1.100 kuota beasiswa yang dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan program beasiswa bagi santri telah berlangsung sejak 2006 dan terus mengalami pengembangan. Awalnya program hanya mencakup jenjang sarjana, kemudian diperluas hingga jenjang magister, doktoral, dan program studi ke luar negeri.

Menurut Khofifah, penguatan akses pendidikan tersebut menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis pesantren sekaligus memperluas kontribusi santri dalam pembangunan daerah.

Terobosan baru yang dihadirkan tahun ini adalah program beasiswa berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Economics, and Mathematics). Program tersebut memberikan kesempatan kepada santri untuk menempuh pendidikan pada bidang sains dan teknologi yang selama ini belum banyak menjadi pilihan utama lulusan pesantren.

"Tahun ini yang baru lagi adalah santri-santri dari berbagai pondok pesantren juga mendapat kesempatan untuk bisa masuk pada program dalam payung STEM. Program ini diharapkan bisa menguatkan diversifikasi profesi yang berbasis pesantren," kata Khofifah.

Program STEM disiapkan untuk memperluas peluang karier santri sehingga tidak hanya berkiprah di sektor keagamaan, tetapi juga mampu memasuki berbagai bidang strategis yang membutuhkan kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pemprov Jatim menyediakan 40 kuota beasiswa STEM untuk jenjang sarjana dan 20 kuota untuk jenjang magister. Selain itu, program beasiswa reguler tetap berjalan dengan kuota S1 sebanyak 20 mahasiswa, S2 sebanyak 15 mahasiswa, dan S3 sebanyak 10 mahasiswa pada masing-masing perguruan tinggi mitra.

Tahun ini sebanyak 64 perguruan tinggi bekerja sama dalam program beasiswa tersebut, termasuk sejumlah kampus di Jawa Timur dan Universitas Al-Azhar Mesir. Sejak 2019 hingga sekarang, total 150 perguruan tinggi telah bergabung dalam program beasiswa yang digagas Pemprov Jatim.

"Khusus tahun ini ada 64 perguruan tinggi. Sejak 2019 sampai sekarang sudah 150 perguruan tinggi yang bekerja sama, termasuk Al-Azhar," pungkasnya.