JATIMNET.COM, Surabaya – Upaya Pemerintah Kota Surabaya memiliki trem sebagai sarana transportasi kandas. Sebab baik Pemkot Surabaya maupun DPRD Surabaya menyepakati pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) untuk anggaran APBD murni 2019 menghapus anggaran untuk trem.

“Anggaran untuk trem sudah dicoret,” tegas Ketua Badan Anggaran (Banggar) Armuji di Gedung DPRD Surabaya, Kamis 8 November 2018. Bahkan Banggar juga tidak mengalokasikan penambahan bus Surabaya dalam KUA PPAS 2019.

Penolakan pengajuan trem ini merupakan yang kedua ditolak melalui rapat pembahasan KUA PPAS. Sebelumnya Pemkot Surabaya sudah mengajukan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2018 sebesar Rp3,1 miliar. Dana tersebut hanya disetujui Rp400 juta, tetapi untuk uji kelayakan terhadap transportasi publik yang layak di dalam Kota Surabaya.

Dengan dicoretnya anggaran untuk trem dan penambahan bus suroboyo, anggota dewan justru menambah pos renovasi sarana prasarana olahraga. “Anggarannya dialihkan untuk perbaikan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan Kompleks Gelora 10 Nopember,” tegas pria yang juga Ketua DPRD Surabaya itu.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi membenarkan ada penambahan renovasi sarana dan prasarana sebesar Rp14,7 miliar.

“Anggaran itu untuk perbaikan fasilitas yang ada di GBT, kompleks lapangan Karang Gayam, dan Gelora 10 Nopember,” jelasnya. Namun dia mengingatkan bahwa perbaikan fasiltias tersebut di luar pos untuk perbaikan kompleks Lapangan Thor.