Amerika Serikat Bantu Provider Lokal Blokir Huawei dan ZTE

Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 23 Mei 2019 - 13:01

JATIMNET.COM, Surabaya – Kelompok Bipartisan di Amerika Serikat (AS) memperkenalkan aturan yang menyediakan bantuan senilai USD 700 juta, bagi provider AS untuk menghapus ketergantungan dengan produk Huawei dari jaringan mereka.

Undang-undang juga bergerak untuk memblokir peralatan milik perusahaan telekomunikasi Cina seperti ZTE dalam jaringan 5G, menurut pernyataan dari senator, dikutip dari Reuters, Kamis 23 Mei 2019.

AS telah menuduh ZTE Corp dan Huawei Technologies Co Ltd, bekerjasama dengan pemerintah Cina dan telah mengkhawatirkan jika peralatan mereka bisa digunakan untuk keperluan intelejen dari Cina.

“Dengan begitu besarnya yang dipertaruhkan, infrastruktur komunikasi kami harus dilindungi dari ancaman yang disebabkan oleh pemerintahan asing dan perusahaan seperti Huawei,” kata Tom Cotton, senator Republikan sekaligus pendukung undang-undang, dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA: Penggguna Huawei di Indonesia Cemas Ponselnya Alami Kendala

Mark Warner, poliltisi top demokrat dalam Komite Intelejen Senat, dan Roger Wicker, Pimpinan Demokratis dari Komite Komersia di Senat, juga turut mendukung undang-undang.

Meskipun sebagian besar peruahaan nirkabel AS telah memurus kontak dengan Huawei, namun perusahaan kecil banyak bergantung pada Huawei dan ZTE karena peralatan yang lebih murah.

Asosiasi Nirkabel Rural, yang mewakili sekitar 100 ribu pelanggan, memperkirakan sekitar 25 persen dari anggotanya memiliki jaringan Huawei dan ZTE, dan akan membutuhkan biaya sekitar USD 800 juta hingga USD 1 miliar untuk menggantinya.

Sementara itu, pemblokiran atas Huwei terus berkembang, sejak diwacanakan oleh pemerintahan Donald Trump.

BACA JUGA: Perang Dagang, Cina Balas Ancam AS Setelah Huawei Diblokir

Agusus lalu, Trump menandatangani undang-udang yang melarang pemerintah untuk menggunakan peralatan milik Huaewei dan ZTE.

Kemudian, minggu lalu, Departemen Komersial memasukkan Huawei dan 70 afiliasinya ke dalam daftar hitam, larangan bertransaksi atas berbagai komponen telekomunikasI, kecuali melalui persetujuan pemerintah.

Lima hari kemudian, pemerintah AS sementara menghapus pelarangan, membolehkan perusahaan Cina untuk membeli produk milik perusahaan Amerika untuk menjaga jaringan yang ada serta menyediakan pembaharuan perangkat lunak yang telah ada, milik Huawei.

Baca Juga

loading...