Amankah Teh Mutiara untuk Pencernaan?

Rochman Arief

Rabu, 12 Juni 2019 - 18:18

JATIMNET.COM, Surabaya - Menjamurnya minuman bubble tea atau teh dengan bola-bola mutiara telah menjamur di kawasan Asia Timur hingga Indonesia. Bahkan minuman ini telah menjadi idola bagi remaja putri di kawasan tersebut.

Minuman dengan aneka rasa ini disajikan dingin dengan tambahan buah, susu, teh, serta bola-ola mutiara yang terbuat dari dari tepung tapioka. Namun minuman ini memiliki dampak yang luar biasa terhadap pencernaan.

Seperti yang dialami remaja putri asal Cina, Xiao Shen (14). Dia harus dirawat di sebuah rumah sakit di kota Zhuji, pada 28 Mei 2019 lalu. Sebab di dalam tubuhnya terdapat 100 bola-bola mutiara yang gagal dicerna tubuhnya.

BACA JUGA: Ini Manfaat Kurma untuk Kesehatan dan Vitalitas Pria

Shaoxing, orang tua Xiao Shen, mengatakan anaknya mengalami gangguan sembelit dan nafus makan yang buruk selama lima hari. Sejalan dengan itu, putrinya penggemar berat bubble tea. Bola-bola mutiara kecil dari tepung tapioka ini diekstrak dari singkong yang memiliki rasa hambar dengan tekstur kenyal.

Zhang Louwei, dokter yang merawat Xiao Shen mengatakan perutnya menggembung. Setelah diperiksa melalui sinar X, terlihat lebih dari 100 bola gelap tersangkut di tubuh pasien. Bola-bola mutiara itu mengisi sebagian perut, usus hingga dubur remaja tersebut.

Kepada Zhang, Xiao Shen awalnya mengaku meminum teh bola-bola mutiara lima hari sebelumnya. Namun Zhang curiga, lantaran jumlah bola-bola mutiara di dalam tubuhnya terakumulasi dalam periode waktu yang lama, dan bukan insiden sesaat.

BACA JUGA: Teh Daun Kedondong Temuan Mahasiswa Malang Berkhasiat Cegah Kolesterol

Selanjutnya Zhang memberi resep obat pencahar untuk membantu pencernaan. Zhang juga mengingatkan masyarakat agar mengonsumsi bubble tea dalam takaran tertentu.

Petugas medis mengatakan tepung tapioka bisa sulit dicerna tubuh. Sebab sejumlah toko bubble tea menambahkan pengawet adiktif dan makanan buatan untuk meningkatkan tekstur.

Awalnya bubble tea berasal dari Taiwan yang kemudian merambah negara-negara di Asia Timur hingga negara Barat seperti Amerika Serikat hingga Inggris.

Baca Juga

loading...