JATIMNET.COM, Surabaya - Usai penetapan penahanan Ahmad Dhani Prasetyo di Rutan Klas 1 Surabaya. Pentolan dewa 19 ini akan terlebih dahulu masuk kedalam sel mapenaling (Masa Pengenalan Lingkungan). Sel khusus untuk penghuni rumah tahanan baru.

Kepala Rutan Klas 1 Surabaya, Teguh Pamudji mengatakan tidak akan memperlakukan khusus Ahmad Dhani di dalam Rutan Klas 1 Surabaya. Nantinya usai masa Mapenaling selama seminggu, Ayah dari Al, El, Dul ini langsung dimasukkan sel dengan tahanan lainnya. "Nantinya Ahmad Dhani akan kami perlakukan sama dengan tahanan lainnya dan menjalani program pembinaan seperti tahanan lainnya," jelasnya, Kamis, 7 Februari 2019.

Teguh mengatakan pemindahan Ahmad Dhani dilakukan setelah adanya penetapan majelis hakim terkait pemindaham penahanan dari Lapas Cipinang ke Rutan Klas 1 Surabaya. "Dengan adanya penetapan itu maka Ahmad Dhani ini dititipkan di dalan Rutan untuk menjalani massa tahanan," jelasnya.

Dengan dititipkan di Rutan klas 1 Surabaya ini maka Dhani ini akan mengikuti kegiatan yang dilakukan dengan tahanan lainnya. "Pasti yang bersangkutan akan ikut program dan peraturan yang ada di falam rutan seperti olahraga bersama dan berkegiatan lainnya," ucap Teguh.

BACA JUGA: Sidang Perdana, Hakim Penjarakan Ahmad Dhani di Medaeng

Kondisi Rutan klas 1 Surabaya sendiri saat ini Overkapasitas di Rutan Medaeng mencapai 440 persen. Kondisi ini membuat Ahmad Dhani akan berdesakan dengan tahanan lainnya di dalam sel. "Semua sama merasakan, jadi tidak ada perlakuan khusus," kata Teguh.

Teguh mengatakan Ahmad Dhani dititipkan didalam Rutan ini hingga adanya putusan Inkrah dari Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dengan adanya putusan itu maka jaksa berhak menahan terdakwa di manapun. "Untuk sementara ini Ahmad Dhani Prasetyo ditahan di sini hingga ada putusan inkrah," ucapnya.

Sebelumnya Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung menjelaskan pemindahan ini dilakukan untuk mempersingkat waktu dalam persidangan di PN Surabaya. Jika Ahmad Dhani ditahan di Jakarta maka jaksa penuntut umum (JPU) harus menjemput pentolan dari grup band Dewa 19 ini. "Jadi kalau ditahan di sini waktu lebih efisien jadi lebih mudah saat disidangkan," ucapnya.

Kasus ini dilaporkan oleh Koalisi Bela NKRI ke Polda Jatim. Ia dituduh mengucapkan ujaran kebencian dengan menyebut kelompok penolak deklarasi #2019 Ganti Presiden di Surabaya dengan kata-kata "Idiot".

BACA JUGA: Jalani Sidang Perdana, Ahmad Dhani Pakai Kaos Tahanan Politik

Kata-kata idiot, diduga diucapkan Ahmad Dhani saat nge-vlog di lobi Hotel Majapahit Surabaya, Minggu, 26 Agustus 2018. Saat itu, politikus Partai Gerindra tersebut tertahan di hotel karena massa penolak deklarasi #2019 Ganti Presiden menggelar aksi penghadangan di depan hotel. Akibatnya, Dhani tidak bisa bergabung dengan massa deklarasi #2019 Ganti Presiden di Tugu Pahlawan.