Agar Harga Tembakau Tak Terjun Bebas

Hari Istiawan

Rabu, 27 Maret 2019 - 11:48

JATIMNET.COM, Probolinggo – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo menekankan kepada para petani tembakau agar tidak melebihi batas maksimal target areal tanam seluas 10.774 hektare.

“Karena semakin melebihi target, maka harga jual tembakau petani bisa semakin murah," kata Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Hasyim Ashari, Rabu 27 Maret 2019.

Target areal tanam tembakau di Probolinggo ini sudah disosialisasikan kepada para petani untuk mengendalikan harga tembakau agar tidak terjun bebas alias turun. Tahun 2018 lalu, harga tembakau di Probolinggo mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

BACA JUGA: Pemkab Optimistis Tembakau Terserap Industri

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo Achmad Mudzakir mengakui luas lahan tanaman tembakau di Probolinggo tidak bertambah selama tiga tahun terakhir yakni 10.774 hektare.

Menurutnya, target luas tanam tersebut sama karena tidak ada peningkatan permintaan tembakau kering dari pabrikan rokok dan tahun lalu tercatat permintaan tembakau petani sebanyak 12.929 ton dengan asumsi produksi 1,2 ton per hektare.

"Tahun ini ada asumsi peningkatan produksi menjadi 1,3 – 1,4 ton per hektare, sehingga permintaan tembakau dari pabrikan dapat dipenuhi dan tidak terlalu signifikan," ucap petani asal Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan itu.

BACA JUGA: Krisis Air Menyulitkan Petani Tembakau di Probolinggo

Sejumlah daerah sentra tembakau di Kabupaten Probolinggo tersebar di tujuh kecamatan yakni Kecamatan Paiton, Kotaanyar, Besuk, Pakuniran, Kraksaan, Gading dan Krejengan, dengan masa tanam akan dimulai pada pertengahan Mei sampai akhir Juni 2019. Namun, diakuinya, ada sebagian petani yang sudah menanam.

"Ada petani di beberapa wilayah yang tanam lebih dulu, seperti wilayah pegunungan di Pakuniran, Kotaanyar, dan Besuk. Yang tanam pada awal Mei karena di sana sulit air dan merupakan lahan tadah hujan," tuturnya.(ant)

Baca Juga

loading...