50 Perempuan Indonesia Meninggal Per Hari Akibat Kanker Serviks

Dyah Ayu Pitaloka
Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 8 Maret 2019 - 20:57

JATIMNET.COM, Surabaya – Kanker serviks menjadi ancaman yang mematikan bagi perempuan di Indonesia. Penelitian menyebutkan 50 perempuan Indonesia meninggal setiap hari akibat kanker serviks.

Sehingga lebih dari 18.000 perempuan Indonesia meninggal dalam setahun.

dr. Venita dari perwakilan Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta menyebut data kematian akibat kanker serviks ini bisa saja terus bertambah jika tidak ditanggulangi dengan baik.

"Kanker serviks adalah satu-satunya jenis kanker yang penyebabnya murni karena virus, berbeda dengan kanker lain yang penyebabnya disebabkan oleh multi faktor, sehingga kanker serviks ini bisa dicegah dengan vaksinasi sejak dini," kata dr. Venita dalam acara pameran foto yang bertajuk 'I am Truly Women' di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat 8 Maret 2019.

BACA JUGA: Kanker Incar Generasi Milenial

Venita juga mengatakan, kalau vaksin sudah bisa diberikan kepada semua perempuan mulai dari umur 9 tahun

"Vaksin anti kanker serviks ini sudah bisa kita berikan kepada anak perempuan mulai dari 9 tahun, untuk semua keadaan kecuali sedang hamil," katanya.

Pemberian vaksin sebagai pencegahan, jadi semakin cepat diberikan pencegahan terhadap kanker serviks bisa semakin cepat.

"Anak pada usia 9 - 13 tahun sistem imunnya lebih baik. Jadi, pemberian vaksin cukup dua kali saja, sedangkan anak-anak diatas 13 tahun harus harus menerima vaksin sebanyak 3 kali," kata Venita.

BACA JUGA: Polusi Udara Berkaitan dengan Kanker Paru

Di tempat yang sama, Prilly Latuconsina, selebritis sekaligus Duta Cegah Kanker Serviks mengatakan, banyak perempuan Indonesia yang merasa tidak mungkin terkena kanker serviks. Hal itu menyebabkan mereka merasa tidak perlu mendapatkan vaksin.

"Kendala dalam pencegahan kanker serviks adalah banyak perempuan yang merasa kalau mereka tidak berisiko, mereka tidak tau kalau dokter sudah punya vaksinnya, padahal setiap perempuan mempunyai risiko yang sama tanpa memandang umur dan status," kata Prilly.

Prilly lantas menuturkan sejumlah upaya yang sudah dia lakukan sebagai Duta Cegah Kanker Serviks. 

Mulai dari memakai vaksin untuk dirinya dan keluarganya, ngobrol tentang kanker servik baik itu di sosial media atau bukan, menyebarkan info terkait kanker serviks di sosial media dan mengadakan tur sekolah untuk mengajak perempuan Indonesia mencegah kanker serviks dengan memakai vaksin. (Ant)

Baca Juga

loading...