Logo

Kenapa Banyak Orang Merasa Lelah Padahal Sudah Cukup Tidur?

Tubuh yang kekurangan cairan sering memberi sinyal lelah sebelum rasa haus muncul.
Reporter:,Editor:

Sabtu, 30 May 2026 00:00 UTC

Kenapa Banyak Orang Merasa Lelah Padahal Sudah Cukup Tidur?

Ilustrasi lelah tanpa sadar. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Mudah lelah sering dianggap sebagai akibat kurang tidur, pekerjaan menumpuk, atau stres berkepanjangan. Padahal, ada faktor lain yang kerap luput dari perhatian, yaitu kurangnya asupan cairan harian.

 

Banyak orang merasa sudah tidur tujuh hingga delapan jam, tetapi tetap bangun dengan tubuh terasa berat, kepala kurang segar, dan konsentrasi tidak optimal.

 

Fenomena ini semakin relevan di tengah gaya hidup modern. Aktivitas yang padat, pekerjaan di depan layar, penggunaan pendingin ruangan sepanjang hari, hingga kebiasaan menunda minum membuat banyak orang mengalami dehidrasi ringan tanpa menyadarinya.

 

Kondisi tersebut sering kali tidak menimbulkan gejala dramatis, tetapi cukup untuk memengaruhi energi dan performa sehari-hari.

 

 

Dehidrasi Ringan Lebih Umum daripada yang Dibayangkan

 

Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Cairan berperan dalam mengatur suhu tubuh, mengedarkan nutrisi, menjaga fungsi organ, hingga mendukung kerja otak. Ketika jumlah cairan berkurang, berbagai fungsi tersebut ikut terpengaruh.

 

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kehilangan cairan tubuh sekitar 1–2 persen saja sudah dapat memengaruhi fungsi kognitif dan performa mental. Penurunan yang tergolong ringan ini sering terjadi dalam aktivitas sehari-hari tanpa disadari, terutama ketika seseorang terlalu sibuk sehingga lupa minum. 

 

Masalahnya, banyak orang masih menjadikan rasa haus sebagai satu-satunya indikator kebutuhan cairan. Padahal, sejumlah ahli menjelaskan bahwa tubuh bisa mengalami dehidrasi ringan sebelum sensasi haus muncul secara jelas. Kondisi ini membuat seseorang merasa tidak memiliki masalah hidrasi, padahal tubuh sedang bekerja dengan cadangan cairan yang menurun. 

 

 

Hubungan Kurang Cairan dengan Energi dan Fokus

 

Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah dapat berkurang sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk mendistribusikan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Akibatnya, muncul sensasi lelah yang sering dianggap sebagai kurang istirahat.

 

Berbagai penelitian juga menemukan hubungan antara hidrasi dan fungsi otak. Dehidrasi ringan dikaitkan dengan penurunan perhatian, daya ingat kerja, kecepatan berpikir, serta peningkatan rasa lelah. Bahkan beberapa studi menunjukkan bahwa kondisi tersebut dapat memengaruhi suasana hati dan tingkat kewaspadaan seseorang. 

 

Tidak heran jika seseorang merasa sulit fokus saat rapat, mudah mengantuk pada siang hari, atau kehilangan produktivitas meskipun waktu tidurnya sebenarnya cukup. Dalam banyak kasus, masalahnya bukan hanya soal kualitas tidur, melainkan kombinasi antara istirahat dan hidrasi yang kurang optimal.

 

 

Kebiasaan Modern yang Membuat Kita Lupa Minum

Bekerja di ruangan ber-AC menjadi salah satu faktor yang sering disebut para ahli. Lingkungan yang sejuk membuat tubuh tidak banyak berkeringat sehingga kebutuhan minum terasa tidak mendesak. Akibatnya, banyak pekerja kantoran menghabiskan berjam-jam tanpa mengonsumsi air yang cukup.

 

Selain itu, budaya digital juga ikut berperan. Saat fokus pada pekerjaan, bermain gim, mengikuti rapat daring, atau berselancar di media sosial, perhatian otak terpusat pada aktivitas tersebut. Sinyal sederhana dari tubuh seperti haus sering terabaikan.

 

Kebiasaan mengandalkan kopi atau minuman manis juga dapat memperburuk keadaan. Meski tetap menyumbang cairan, minuman tersebut sering membuat seseorang merasa sudah cukup minum sehingga konsumsi air putih justru berkurang.

 

Di sisi lain, banyak orang masih berpegang pada aturan populer “delapan gelas sehari” tanpa memahami bahwa kebutuhan cairan setiap orang berbeda. Faktor usia, berat badan, aktivitas fisik, suhu lingkungan, dan kondisi kesehatan memengaruhi jumlah cairan yang dibutuhkan tubuh.

 

 

Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan Tubuh?

 

Tidak ada angka tunggal yang berlaku untuk semua orang. Namun, pedoman dari National Academies di Amerika Serikat menetapkan kecukupan total air harian sekitar 3,7 liter untuk pria dewasa dan 2,7 liter untuk wanita dewasa.

 

Angka tersebut mencakup cairan dari minuman maupun makanan, dengan sekitar 20 persen kebutuhan biasanya berasal dari makanan sehari-hari. 

 

Sementara itu, European Food Safety Authority merekomendasikan total asupan air sekitar 2,5 liter per hari untuk pria dan 2,0 liter per hari untuk wanita dalam kondisi umum. Kebutuhan dapat meningkat saat cuaca panas, berolahraga, atau ketika tubuh kehilangan banyak cairan. 

 

Karena kebutuhan tiap individu berbeda, para ahli lebih menyarankan memperhatikan kondisi tubuh daripada terpaku pada satu angka tertentu.

 

 

Cara Sederhana Mengetahui Tubuh Kurang Cairan

 

Salah satu indikator paling mudah adalah warna urine. Urine yang cenderung kuning muda biasanya menandakan hidrasi yang cukup, sedangkan warna yang lebih pekat dapat menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.

 

Selain itu, beberapa gejala awal dehidrasi yang sering muncul meliputi rasa lelah, sakit kepala ringan, mulut terasa kering, pusing, serta frekuensi buang air kecil yang berkurang. Gejala-gejala ini sering dianggap sepele karena muncul perlahan dan tidak selalu mengganggu aktivitas secara langsung. 

 

Membiasakan diri membawa botol minum, menaruh air di meja kerja, atau membuat pengingat minum setiap beberapa jam dapat membantu menjaga hidrasi sepanjang hari. Langkah sederhana tersebut sering kali lebih efektif daripada menunggu rasa haus datang.

 

Merasa lelah padahal sudah cukup tidur tidak selalu berarti tubuh membutuhkan lebih banyak waktu istirahat. Dalam banyak situasi, tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal bahwa kebutuhan cairannya belum terpenuhi.

 

Menjaga hidrasi mungkin terdengar sederhana, tetapi kebiasaan kecil ini memiliki peran besar terhadap energi, fokus, dan kualitas aktivitas sehari-hari. Ketika tubuh mendapatkan cairan yang cukup secara konsisten, rasa lelah yang selama ini dianggap normal bisa jadi berkurang lebih dari yang dibayangkan.