Logo

470 Guru SD dan SMP se-Surabaya Telah Terima SK PPPK Tahap 1

Reporter:,Editor:

Kamis, 26 May 2022 01:00 UTC

470 Guru SD dan SMP se-Surabaya Telah Terima SK PPPK Tahap 1

Surat Keputusan (SK) tentang pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1 telah diserahkan kepada 470 guru

JATIMNET.COM, Surabaya - Surat Keputusan (SK) tentang pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1 telah diserahkan kepada 470 guru. Pengangkatan PPPK guru ini untuk mengisi kekosongan tenaga pendidik yang mengajar di sekolah SD dan SMP di Kota Pahlawan.

"Dengan pengangkatan guru PPPK ini, kami harap  bisa memberikan yang terbaik untuk muridnya, mulai dari mengajarkan tingkah lakunya, lisannya, sifatnya dan masih banyak lainnya, itu harus dijaga betul agar ke depannya bisa mencetak generasi dan pemimpin hebat di Surabaya," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Rabu 25 Mei 2022.

Ia juga menegaskan untuk tidak saling sikut dan rasan-rasan (saling menjelekkan) ketika bertugas di lingkup pendidikan Surabaya. Tak lupa juga agar para guru tersebut menjadi tenaga pendidik yang bermartabat dan menjadi contoh yang baik bagi muridnya.

Tak kalah penting, ia juga menyampaikan untuk tidak membeda-bedakan murid satu dengan lainnya, agar ke depannya tidak menimbulkan rasa persaingan yang tertanam di dalam jiwa anak-anak Kota Surabaya.

Baca Juga: Pemkab Ponorogo Ajukan 600 Formasi PPPK Tahun 2022 

“Kulo nitip (saya titipkan) betul nggih kepada bapak dan ibu para murid ini, ajarkan yang baik agar anak-anak ini punya sifat yang santun, ajarkan sifat menjadi sosok pemimpin dan sifat menghormati orang lain,” ia mengingatkan.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya Rachmad Basari mengatakan penyerahan SK Wali Kota PPPK tahap 1 ini diberikan kepada 470 guru yang terdiri dari pengajar SD dan SMP se-Surabaya. Sedangkan di tahap 2 akan diserahkan tanggal 1 Juni 2022 dengan jumlah 410 orang guru.

Menurutnya, seleksi PPPK ini diikuti oleh 1.617 peserta dengan persyaratan minimal 3 tahun menjadi tenaga kontrak di Pemkot Surabaya. Dalam seleksi kompetensi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, ada 475 orang.

Dari jumlah tersebut, ada 4 orang mengundurkan diri dan 1 orang meninggal dunia. “Dari tahap 1 pemberkasan itu, disampaikan ada 470 orang yang telah diusulkan dan memperoleh penetapan nomor induk Badan Kepegawaian Negara (BKN) itu diterima di pertengahan Mei 2022,” kata Basari.

Baca Juga: Pendaftaran CPNS dan PPPK Diperpanjang hingga 26 Juli 2021

Di formasi tahap 1 ini, para guru mengisi jabatan sebagai guru Kelas, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS, Bimbingan Konseling, Matematika, PPKN, Prakarya Seni dan Budaya, Teknologi dan Informatika (TIK), Agama Islam, dan Penjaskes dengan total 13 formasi. Secara rinci, ada 270 guru kelas SD dan 200 guru SMP berdasarkan mata pelajaran yang dibutuhkan.

“Untuk tahap 2 total ada 410, ini sudah turun datanya masih diproses Insya Allah segera bisa diserahkan SK-nya agar memenuhi kekurangan formasi guru, Surat Pernyataan Melakukan Tugasnya (SPMT) per 1 Juni 2022,” ia menjelaskan.

Dari total 1.617 itu masih ada tahap selanjutnya yakni tahap tiga. Akan tetapi saat ini ia mengaku masih menunggu hasil pengumuman berapa total guru lolos seleksi di tahap tiga dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Dari Jumlah 68 Formasi di Lingkup Pemkot Surabaya, Hanya Terisi 67 Orang CPNS

“Jadi kebutuhannya disesuaikan, jadi daerah itu hanya sebagai penyelenggara dan mengajukan formasi kebutuhannya, karena mekanisme dan lain sebagainya itu kewenangannya pusat,” ia menekankan.

Di lain pihak, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan para guru PPPK yang telah menerima SK tahap 1 bisa segera mengajar di kelas. Pihaknya berharap, setelah ini para guru PPPK semakin baik dan bisa memberikan formulasi pada pendidikan di Kota Surabaya.

“Mudah-mudahan pas tahun ajaran baru nanti para guru bisa menelurkan formulasi baru dalam belajar mengajar. Sudah ada pembagian, jadi bisa langsung mengajar,” kata Yusuf memungkasi.