Kawasan Desa Adat Tuban menjalani Catur Brata Nyepi

468 Penerbangan Tak Beroperasi di Bandara Ngurah Rai

Dyah Ayu Pitaloka
Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 7 Maret 2019 - 15:21

JATIMNET.COM, Surabaya – Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai menghentikan aktivitas operasional selama 24 jam sejak 7 Maret 2019.

Tercatat sedikitnya 468 penerbangan yang tidak beroperasi. Penerbangan tersebut terdiri dari 261 penerbangan rute domestik dan 207 penerbangan rute internasional.
 
"Penghentian sementara operasional bandara dilakukan untuk menghormati umat Hindu di Bali agar dapat menjalankan ibadah Brata Penyepian dengan khusyuk," ujar Communication and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, beberapa waktu yang lalu.

Amatan jurnalis setempat melaporkan kondisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang masuk kawasan Desa Adat Tuban tampak sepi, tanpa aktivitas penerbangan pada 7 Maret 2019.

BACA JUGA: 949 Narapidana Terima Remisi Nyepi

Jalanan di wilayah Desa Adat Tuban, Kabupaten Badung berangsur lengang dan tepat pada pukul 06.00 Wita, sudah tidak terlihat adanya aktivitas masyarakat sejak pagi.

Catur Brata penyepian yang dijalani umat Hindu saat Hari Raya Nyepi itu berlangsung selama 24 jam, atau hingga Jumat (8/3) pukul 06.00 Wita.

Dalam menjalani Catur Brata penyepian, ada empat pantangan Umat Hindu yaitu, Amati Karya (tidak bekerja), Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).

Sejak pagi hari, puluhan pecalang atau petugas keamanan adat Bali di kawasan Desa Adat Tuban, juga tampak mulai berpatroli dan bersiaga di sejumlah titik pos penjagaan yang tersebar untuk memastikan tidak ada warga yang melakukan aktivitas di luar rumah.

BACA JUGA: Tiket KA Jelang Hari Raya Nyepi Terjual 100 Persen

Pengamanan itu juga dilakukan pecalang di sejumlah persimpangan jalan untuk memastikan pelaksanaan Nyepi tetap tenang dan hening.

Meskipun wilayah tersebut terpantau diguyur hujan pada Kamis siang, hal itu tidak membuat para pecalang berhenti melakukan penjagaan. (Ant)

Baca Juga

loading...