23 Korban Dugaan Keracunan di Blitar Masih Dirawat

Yosibio

Reporter

Yosibio

Minggu, 4 Agustus 2019 - 14:52

JATIMNET.COM, Blitar-Sebanyak 23 korban keracunan di Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, yang diduga dari nasi rawon hajatan masih dirawat. Sebanyak enam belas masih menjalani rawat jalan, sedangkan tujuh lainnya masih rawat inap di RS Mardi Waluyo.

"Hari ini ada 16 orang korban keracunan yang rawat jalan. Sementara 7 korban masih menjalani rawat inap di rumah sakit, " terang Didik Jumanto, Kabid P2 Dinas Kesehatan Kota Blitar, kepada Jatimnet.com Minggu 4 Agustus 2019.

Ia menambahkan, selain 23 korban yang dirawat di RS Mardi Waluyo, ada beberapa korban lainya yang tidak berobat ke rumah sakit. Mereka berobat menggunakan fasilitas kesehatan lainnya, jumlahnya masih belum diketahui.

BACA JUGA: Puluhan Warga Blitar Diduga Keracunan Rawon, Satu Korban Meninggal

Jumlah korban yang didata petugas lapangan awalnya sekitar 30 orang dan rawat inap 2 orang. “Namun, begitu ada yang meninggal, warga berbondong-bondong berobat, namun tidak semuanya ke Mardi Waluyo," imbuh Didik.

Menyangkut sampel yang dikirim ke BBLK selain kuah rawon, hari ini petugas dinas kesehatan juga mengumpulkan sisa muntahan warga. Petugas dinas kesehatan terus mengumpulkan sampel agar penyebab keracunan warga ini terungkap.

"Hari ini petugas kami masih mengumpulkan sisa muntahan korban keracunan. Besok akan kami kirim ke BBLK," kata Didik.

Data yang dihimpun Jatimnet.com di lokasi, jumlah warga yang keracunan di Jalan Kurma mencapai 32 orang dan tinggal di RT 01 dan RT 02, Kelurahan Kepanjen Kidul.

BACA JUGA: Puluhan Warga Ponorogo "Tumbang" usai Makan Nasi Hajatan

"Di RT 01 jumlah warga yang keracunan sebanyak 14 orang dan di RT 02 jumlahnya 18 orang, " kata Musdarminto ketua RT 01/RW01.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar tiga puluh warga Jalan kurma RW 01 Kelurahan/Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, diduga keracunan setelah makan nasi rawon hajatan tahlilan di rumah Ibu Anik, Kamis 1 Agustus 2019.

Mereka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo untuk mendapatkan pertolongan karena mengeluhkan sakit perut dan pusing usai mengonsumsi makanan pada acara tahlilan.

Baca Juga

loading...