Sabtu, 14 March 2026 10:29 UTC

Tim gabungan saat mengevakuasi jenazah korban di aliran Sungai Brantas, Dusun Bangkal, Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu sore, 14 Maret 2026. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Mojokerto – Proses pencarian korban yang diduga hanyut di bawah Jembatan Ngrame, aliran Sungai Brantas, akhirnya menemukan hasilnya. Tim gabungan menemukan jenazah seorang pria yang sebelumnya dilaporkan terjatuh dari jembatan tersebut pada Kamis, 12 Maret 2026.
Korban ditemukan di aliran Sungai Brantas, tepatnya di Dusun Bangkal, Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu sore, 14 Maret 2026.
Korban diketahui bernama Andika Permana (37), warga Dusun Gedang, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Saat kejadian, ia diketahui mengendarai sepeda motor Honda Supra X dengan nomor polisi W 6433 XQ.
Kepala Dusun Bangkal, Muhammad Wahyudi, menjelaskan bahwa jenazah korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari ikan di Sungai Brantas. Saat itu, tubuh korban terlihat tersangkut di bawah pohon waru di tepian sungai.
BACA: Drama Tiga Jam di Sungai, Sapi di Mojokerto Berhasil Diselamatkan
“Tadi ditemukan tersangkut di bawah pohon waru sama orang warga yang mencari ikan,” ujar Wahyudi.
Setelah menemukan tubuh korban, warga tersebut segera melaporkan temuan itu kepada perangkat desa. Informasi kemudian diteruskan kepada petugas yang sebelumnya sudah bersiaga di sekitar Jembatan Brantas, Desa Tanjangrono, Kecamatan Ngoro.
“Terus saya melaporkan ke kepala desa dan diteruskan ke petugas,” tambahnya.
Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian bersama tim gabungan dari BPBD Kabupaten Mojokerto dan Sidoarjo yang dibantu para relawan langsung menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi jenazah.
Kapolsek Pungging AKP Selimat yang berada di lokasi membenarkan bahwa korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan sekitar pukul 16.00 WIB.
BACA: Bocah 7 Tahun di Glenmore Banyuwangi Hanyut Terseret Arus Sungai Pengondangan
Menurut Selimat, ciri-ciri jenazah yang ditemukan sangat identik dengan korban yang sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal di Jembatan Ngrame, Kecamatan Pungging.
“Ciri-ciri sudah identik dengan korban yang mengalami laka tunggal di Jembatan Ngrame, Pungging,” jelasnya.
Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Porong untuk menjalani pemeriksaan visum guna memastikan penyebab kematiannya.
